Selasa, 30 Agustus 2011

Sang Bintang :')

Indah dunia menyinari sekelilingnya, suasana yang bahagia kini menjadi derita insan yang tak bersalah dan berdosa. Dia menjalani hidupnya tanpa arti, memandang dirinya sebagai mahkluk tak berarti. Dina itulah namanya, dia seorang gadis yang polos tapi dia memiliki seribu cita-cita yang terpendam.

Dengan keadaannya yang kini serba kekurangan, dia melantarkan cita-citanya begitu saja dengan penuh harapan. Dina kini hidup hanya dengan seorang Ayah. Keluarganya sudah tak tersisa kecuali dia dan Ayahnya.
Cita-cita itu tidak ada dukungan dan dorongan sedikitpun dari sang Ayah, walau didepan Ayahnya dia tidak lagi berharap, tapi dalam hati nurainya dia tetap berharap dan mempunyai keinginan kuat untuk meraihnya. 
Suatu saat dia berada pada jalan pertama untuk meraih cita-citanya. Dengan berusaha keras untuk selalu mengikuti pembelajaran, walau hanya dengan mengintip di selah-selah jendela dia tetap bersemangat. Kesempatan itu tak pernah dia sia-siakan. 
Dia juga selalu menolong orang walaupun dia sendiri butuh pertolongan, pada saat dia pulang, Ayahnya mengetahuinya. “dari mana kamu?” tanya sang Ayah. “Kenapa masih saja kamu ngejar cita-citamu yang nggak jelas itu? Kamu tahu, itu nggak akan bisa kamu raih!! Kamu ini anak orang susah, lagian buat apa kamu sekolah? Toh kamu juga nantinya hanya akan jadi ibu rumah tangga yang kerjanya di dapur dan hanya mengurusi anak saja!” “sudah sana masuk!!” seru sang Ayah. Ayahnya tanpa sengaja pada saat itu mengetahui kelakuan anaknya yang tiap pagi pergi belajar di sela-sela jendela sekolah. Akhirnya dina masuk kamar dengan menundukkan kepala dan tanpa bicara sedikitpun pada sang Ayah.
Dengan perkataan sang Ayah, Dina lebih berfikir apa maksud perkataan sang Ayah tadi, “memang benar nantinya perempuan hanya hidup di dapur dan mengurus anak saja, tapi aku akan bisa lebih berprestasi untuk menjadi seorang wanita” gerutunya dalam hati dengan penuh semangat. Lagi-lagi semangat Dina terus terpancar dalam jiwanya.
Suatu saat Dina merasakan bahwa jalan untuk meraih cita-citanya kini semakin luas, dia diangkat sebagai murid di sekolah tempat dia biasa belajar dengan sembunyi-sembunyi dan menjadi murid teladan, kreatif dalam segala hal. Akhirnya Dina diikutkan lomba dan dia meraih juara 1.
Kini dia lulus dan diterima di salah satu universitas favorit, dia selalu berprestasi, hingga dosen-dosen selalu meminta bantuan ke dia dan mengikutkan dia lomba-lomba yang menantang. Lagi-lagi dia berhasil menjadi juara. 
Dengan semua prestasi dan semangat anaknya, sang Ayah sadar bahwa selama ini putrinya memang berbakat dan pantas mendapatkan semua ini. Tapi, keadaan yang serba kekurangan ini membuat sang Ayah kebingungan akan kelanjutan masa depan anaknya, walaupun Dinda telah dibiayai semuanya oleh pemerintah karena kepandaian dan kecerdasannya.
Di dalam universitasnya, Dinda selalu memperoleh nilai A+ di tugasnya. Dia menyelesaikan sekripsinya dengan baik. Sampai pada akhirnya dia lulus dengan nilai istimewa. 
Setelah lulus dia diangkat di salah satu perusahan terbesar di Jakarta. Dia menjadi karyawan terbaik pada saat itu. Dia selalu memberikan yang terbaik untuk clientnya, hingga tak sampai 1 tahun dia bekerja di sebuah perusahaan tersebut, dia diangkat menjadi seorang manager.
Sang Ayah sangat bangga dengan anaknya, dan sekarang kehidupannya telah dirubah total oleh anaknya. Kini kehidupannya sejahtera dan serba kecukupan. Berkat sang anak semuanya terlihat cemerlang, kini Dina yang dulu hanyalah seorang anak yang serba kekurangan segala hal, kini dengan semangatnya dia berhasil menjadi orang yang paling berarti untuk siapapun, dengan keberhasilan itu dia tidak sombong, dia tetap baik, suka menolong dan rendah hati.
Berlalunya waktu hingga dia telah dewasa, dia tinggal bersama sang Ayah dengan penuh kebahagiaan. Kini dia telah memiliki perusahaan sendiri dan perusahaan itu telah menjadi perusahaan terbesar dan terkaya di jakarta.
Dina seorang anak yang teramat semangat untuk mencapai cita-citanya, dan kini telah berhasil. Sesungguhnya di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika kita semangat dan pantang menyerah, semua bisa kita raih, jalan telah ada di depan mata. Tinggal kita bagaimana caranya untuk menjalankan dan mengatur jalan itu. 
Kini Dina hidup bahagia bersama kehidupannya, terutama hubungannya dengan sang Ayah yang telah membaik.


.....................SELESAI...................

   

    Arumm-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar