Sudah lama aku menyikapi
diriku yang seperti ini. Rasanya nggak aneh sih, diselah kegiatanku kamu selalu
muncul mencoba untuk memeluk kesibukanku. Kamu begitu antusias berlari-larian
dipikiranku, hey kamu nggak capek?
Aku masih menangisi hal itu
sampai sekarang. Aku tahu, seharusnya aku tak menangis. Seharusnya aku tak
mengumbar butiran suci ini untuk mengalir. Semua masih dalam bayang-bayang
semu. Yah.. aku ketakutan.
Selebihnya malam ini
mungkin lebih indah dari sebelumnya. Coba deh kau ingat, tadi ada bintang?
Bulan? Ada angin berhembus nggak? Ada burung terbang? Daun menari tertiup
angin? Orang-orang tersenyum? Pasti jawabannya “aku tak memperhatikan” aku yakin itu.
Aku menatap layar ponselku,
tak ada pesan. Hari ini ulang tahunku, tapi tak ada ucapan dari dia sejak tadi
pagi. Sekarang sudah menunjukkan pukul 22:35 dan masih belum ada pesan untukku
dari dia. Pikiran mulai melayang entah kemana,yang pasti takut dan kekhawatiran
pun mulai muncul.
Senyuman, kini menjadi satu
hal yang sering aku lakukan walau tanpa sengaja dan tanpa sadar. Sering kali
aku melenturkan jari-jariku dan itu semua atas kamu, jagoanku. Saat aku menulis
ini, kita lagi berpagut rindu bukan? Yah,satu bulan kita jauh.