Minggu, 08 Januari 2012

Dia, Mama dan Kekasihnya

Terpaku do’a yang amat khusyu’ disana,,


“Ya Allah.. lindungi hambamu, pandanglah hidupku. Aku berjalan dalam jalan indahmu, menuju surgamu. Tuntunlah aku senantiasa orangtuaku menuntunku.. dan lindungi mereka,jangan kau teteskan air matanya atas kenakalanku selama ini, karena aku menyayanginya..
Dan lindungi orang yang menyayangiku, orang lain, yang kini menjadi bahagiaku.. amiin..”

 Yaa, do’a seorang anak untuk memohon agar orang tuanya tetap sehat dan bahagia. Dalam keadaan yang dingin, pada sebuah malam yang redup karna tak ada bintang satupun yang berkelip disana, dia merintih sendiri sambil menelan malam yang tak kunjung hilang. Saat itu dia sendiri, sepi, mungkin tak ada yang menghiraukannya karna malam itu hujan dan waktu yang manis untuk istirahat.
Sedangkan dia hanya bersanding dengan sebuah buku catatan kecil yang berisi coretan kisah2 hidupnya yg tak selalu bahagia..
Dia membukanya, dia ambil tinta dan mulai melukiskan kata diatasnya sambil melihat langit yang terus menangis, seperti halnya perasaan dia saat itu.

Date: 01 januari 2012
Time: 19:36
Dear malam..
Kau putuskan perasaan bahagiaku saat ini, saat mereka benar-benar melupakanku dan berbahagia.
Mereka tak menghiraukanku sedikitpun, aku terdiam disini..
Aku tahu bahwa aku tak sendiri karna ada yang menemaniku, yang selalu ada untukku saat semuanya tak perdulikan aku.
Aku melihat sisi-Mu.. 
Tapi untuk hidupku malam ini,aku hanya terisak oleh malam yang dingin dengan rintihan orang yang aku sayang, MAMA.
Aku mencoba untuk menepis semua ini, tapi aku terhalang. Aku terhalang oleh sesuatu yg sekarang tak ada..
Tuhan, mungkin jika aku boleh mengeluh kepadamu lebih dalam lagi, saat ini aku ingin melakukannya. Aku terbuang sendiri dengan keadaan mama saat ini,aku bingung apa yang harus aku lakukan, tak satupun orang yg menolehku sekalipun itu kekasihku :’(
Tuhan, aku percaya kau lakukan ini karna kau ingin memberikan hadiah terindah untukku yang telah kau persiapkan,tapi sungguh ini berat.. rasanya tak sanggup aku bermuram durja seperti ini. Aku menyayangi mamaku, seandainya aku lebih dekat denganMu,mungkin Kau sanggup membuang racun pada tubuh mamaku.. atau Kau buang yang jauh dan pastikan itu tak kembali..

Lembar barupun dibukanya..

Sedang untuk kau kekasihku,apa kau tak melihatku disini? Aku merintih sendiri melewati semua ini, tatkala waktu bisa ku panggil, mungkin sudah sedari tadi aku memanggilnya agar ia berhenti berputar. Aku yakin kau mengingatku di luar sana,tapi mengapa tak kau tanyakan keadaanku? Apa yang membuatmu seperti ini sayang?
Mungkin kau tak sadar atas suara hatiku yang memanggilmu setiap saat untuk temaniku disini, mungkin jika kau dapat menoleh, isakanku akan sedikit berkurang karna perhatian yg kau berikan,,
Aku menginginkan kamu sekarang, aku rindu padamu. Aku menunggu hanya dengan suara hujan saat ini dan berucap namamu dalam do’aku agar kau baik2 saja diluar sana. Mungkin kau tak mendengarnya, tapi aku yakin kau merasakannya. Kekasihku, walau aku tak bertatap muka denganmu, tp aku yakin angin tlah memberitahumu.. aku ingin kau pulang, atau seenggaknya kau mengabari orang yang sekarang hanya diam meratapi malam dengan air mata yang suci ini. Aku membutuhkanmu..

Akhir kata dia tulis namanya lalu dia menutup buku kecil itu. Tak terasa air mata itupun membanjiri pipi mungilnya, dia terus menatap malam dan berharap semuanya akan kembali indah, indah pada waktunya...



Arumm-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar