Terpaku do’a yang amat khusyu’ disana,,
“Ya Allah.. lindungi hambamu, pandanglah hidupku. Aku
berjalan dalam jalan indahmu, menuju surgamu. Tuntunlah aku senantiasa
orangtuaku menuntunku.. dan lindungi mereka,jangan kau teteskan air matanya
atas kenakalanku selama ini, karena aku menyayanginya..
Dan lindungi orang yang
menyayangiku, orang lain, yang kini menjadi bahagiaku.. amiin..”
Yaa, do’a
seorang anak untuk memohon agar orang tuanya tetap sehat dan bahagia. Dalam
keadaan yang dingin, pada sebuah malam yang redup karna tak ada bintang satupun
yang berkelip disana, dia merintih sendiri sambil menelan malam yang tak
kunjung hilang. Saat itu dia sendiri, sepi, mungkin tak ada yang
menghiraukannya karna malam itu hujan dan waktu yang manis untuk istirahat.
Sedangkan dia hanya
bersanding dengan sebuah buku catatan kecil yang berisi coretan kisah2 hidupnya
yg tak selalu bahagia..
Dia membukanya, dia ambil
tinta dan mulai melukiskan kata diatasnya sambil melihat langit yang terus
menangis, seperti halnya perasaan dia saat itu.
Date: 01 januari 2012
Time: 19:36
Dear malam..
Kau putuskan perasaan
bahagiaku saat ini, saat mereka benar-benar melupakanku dan berbahagia.
Mereka tak menghiraukanku
sedikitpun, aku terdiam disini..
Aku tahu bahwa aku tak sendiri
karna ada yang menemaniku, yang selalu ada untukku saat semuanya tak perdulikan
aku.
Aku melihat sisi-Mu..
Tapi untuk hidupku malam
ini,aku hanya terisak oleh malam yang dingin dengan rintihan orang yang aku
sayang, MAMA.
Aku mencoba untuk menepis
semua ini, tapi aku terhalang. Aku terhalang oleh sesuatu yg sekarang tak ada..
Tuhan, mungkin jika aku boleh
mengeluh kepadamu lebih dalam lagi, saat ini aku ingin melakukannya. Aku
terbuang sendiri dengan keadaan mama saat ini,aku bingung apa yang harus aku
lakukan, tak satupun orang yg menolehku sekalipun itu kekasihku :’(
Tuhan, aku percaya kau lakukan
ini karna kau ingin memberikan hadiah terindah untukku yang telah kau
persiapkan,tapi sungguh ini berat.. rasanya tak sanggup aku bermuram durja
seperti ini. Aku menyayangi mamaku, seandainya aku lebih dekat denganMu,mungkin
Kau sanggup membuang racun pada tubuh mamaku.. atau Kau buang yang jauh dan
pastikan itu tak kembali..
Lembar barupun dibukanya..
Sedang untuk kau kekasihku,apa
kau tak melihatku disini? Aku merintih sendiri melewati semua ini, tatkala
waktu bisa ku panggil, mungkin sudah sedari tadi aku memanggilnya agar ia
berhenti berputar. Aku yakin kau mengingatku di luar sana,tapi mengapa tak kau
tanyakan keadaanku? Apa yang membuatmu seperti ini sayang?
Mungkin kau tak sadar atas
suara hatiku yang memanggilmu setiap saat untuk temaniku disini, mungkin jika
kau dapat menoleh, isakanku akan sedikit berkurang karna perhatian yg kau
berikan,,
Aku menginginkan kamu
sekarang, aku rindu padamu. Aku menunggu hanya dengan suara hujan saat ini dan
berucap namamu dalam do’aku agar kau baik2 saja diluar sana. Mungkin kau tak
mendengarnya, tapi aku yakin kau merasakannya. Kekasihku, walau aku tak
bertatap muka denganmu, tp aku yakin angin tlah memberitahumu.. aku ingin kau
pulang, atau seenggaknya kau mengabari orang yang sekarang hanya diam meratapi
malam dengan air mata yang suci ini. Aku membutuhkanmu..
Akhir kata dia tulis namanya lalu dia menutup buku
kecil itu. Tak terasa air mata itupun membanjiri pipi mungilnya, dia terus
menatap malam dan berharap semuanya akan kembali indah, indah pada waktunya...
Arumm-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar