Pagi itu, dimana aku
berjalan menelusuri sudut-sudut sekolah seperti biasanya. Namaku Arnes.. aku
seperti tak mengenal siapapun disitu. Yaa.. semuanya telah berubah saat Andra
merubah sikapnya padaku. Andra adalah seorang cowok yang mengerti aku,dekat
denganku,dan menjadi penyemangatku. Tapi semuanya telah berubah saat dia
memutuskan untuk
menghentikan hubungan itu.
“Nes...” panggil meggy..
“yaa meg..” jawabku.
Meggy adalah teman baikku
disana. Dia sangat mengerti keadaanku. Aku juga mengerti dia dan sangat
menyayangi dia.
“Kau ingat dulu??” tanya
Meggy padaku.
“maksud kamu??” tanya ku balik.
“yaa.. dulu saat kau
bahagia,saat kau bersama Andra” Ku diam,terpaku memandang langit yang mungkin
tak sama dengan perasaanku sekarang.
Semua ingatan memutar kmbali..
“siapa yang mau menyalonkan
diri jadi pengurus kelas?” tanya wali kelasku.
“aku.. “ jawabku sambil
menunjuk jari.
“siapa namamu?” tanya
Andra.. “aku arnes..”
Dengan sigap dia menulis
namaku di papan tulis. Aku ragu,apakah aku akan terpilih. Votting suara pun
terjadi,banyak siswa yang memilih Andra. Dan dugaan pun berbicara bahwa Andra
lah yang terpilih menjadi ketua kelas. Dan aku terpilih menjadi bendahara.
Semuanya terasa biasa waktu
itu, akupun diberi amanat oleh wali kelas untuk menjalankan tugas dengan baik
sebagai bendahara.
-------------------
Malam harinya dimana aku
ada tugas mandarin dipelajaran kedua dan tugas untuk membuat buku kas kelas
tentunya. Akupun menyelesaikannya dengan baik.
Tapi tiba2 “ada sms.. ada
sms.. “ ringtone message ku berbunyi. Aku buka hp ku dan aku lihat ada nomer
yang blm aku kenal menyapaku.
Ini nomernya arnes kan?
Aku pun membalasnya
iya.. ini siapa? Ada perlu apa?
Dari situlah awal Andra
dekat denganku sampai pada akhirnya..
“Nes.. aku anterin pulang
ya”
“nggak usah,aku dijemput
kakak..” jawabku.
“o.. yauda kamu hati-hati
ya, CU Arnes” salam terakhir Andra.
Aku hanya tersenyum sambil
mengikuti laju jalan menuju gerbang sekolah. Jalanku dihentikan oleh Andra
seketika di depan gerbang, “Nes.. boleh aku ngomong sebentar sama kamu?” “yaa..
mau ngomong apa Ndra” jawabku ingin tau. Tapi Andra sejenak terdiam dan ku
lihat ada rasa gugup diwajahnya.
Aku tanya “kamu kenapa
Ndra? Kamu sakit?”
“aku mau ngomong sama
kamu,tentang perasaanku.. Aku sayang kamu, aku sudah lama menyimpan ini semua.
Kamu maukan jadi pacarku?”
Aku tersimpuh,aku malu,
bercampur dengan perasaan yang amat bahagia. Tapi aku hanya diam. Dan akhirnya
aku angkat bicara “ya Ndra... aku mau,aku jg sayang kamu”
Andra pun tersenyum
bahagia, dan lewatlah sepeda kakakku untuk menjemputku. Akhirnya aku pulang,
Andra pun pulang mengikuti jejakku di belakang.
Aku bahagia,aku senag saat
itu. Semua balutan permen manis serasa menempel dihatiku. Sejak saat itu aku
semakin dekat dengan Andra, pekerjaan dari wali kelaspun kita jalani bersama.
Dia memberi semangat untuk aku saat aku terjatuh. Kita berdua juga sering tukar
pikiran untuk pelajaran,dia yang mengajariku jika aku tak bisa
menyelesaikannya,dan akupun begitu. Langkah demi langkah kita lewati bersama.
Kulihat tatapan matanya,kebahagiaan terlihat jelas pada dirinya.
Hari semakin hari kita lewati, namun dengan
berjalannya waktu kulihat perubahan pada diri Andra. Ketakutanku pun muncul
saat itu. Saat itu liburan puasa-hari raya, Andra tak kunjung mengabariku. Tak
lama dia sms..
Aku ingin ketemu kamu,besok aku kerumahmu.
Aku tak membalasnya,
seketika itu air mataku menetes tiba2 seakan ada yang mendorongnya keluar. Aku
takut, aku sangat takut dengan apa yang aku pikirkan. Aku takut semuanya akan
terjadi.
-----------------
Keesokan harinya,,
aku ada di depan rumah,keluarlah.
Itulah sms dari Andra yang
aku terima. Aku keluar dengan perasaan campur aduk, akupun duduk disamping
Andra. Dan andra pun mulai membuka pembicaraan “Nes.. mohon maaf lahir batin
ya” “iyaa.. “ jawabku. “Nes.. maafin aku selama ini sdah mendiami kamu, aku
juga bingung,perasaanku sama kamu tiba2 menghilang, aku tak berfikir tentangmu
lagi.
Saat itupun air mataku
mulai terjatuh, walau sudah tertahan sangat kuat,tapi tak bisa ku hindari lagi.
“aku tau maksudmu,katakanlah aku tak akan marah..” ku memotong pembicaraan. Dia
terdiam cukup lama, dan akupun juga. Suasana saat itupun mulai hening seperti
tak ada seseorang. Tiba2 Andra mulai angkat bicara “aku ingin kita sudahi
hubungan ini” DEGG!! Perasaanku seakan hancur, air mata pun tak bisa keluar
lagi. Mungkin karna terlalu sakit mendengarnya. “oke kalau itu mau kamu,”
jawabku biasa sambil tersenyum, seakan tak ingin menunjukkan kepada Andra jk
aku sangat sedih saat itu. “tapi ada syaratnya” akupun menambahi. “apa
syaratnya?” tanya Andra. “aku mau hentikan semua ini tapi kita nggak boleh
berubah,kita akan tetap jadi sahabat,kita tetap jadi teman, kamu tetap senyum
sama aku dan nggak boleh cuekin aku” tambahku mengajukan syarat.
“oke..” jawab Andra tegas
seakan dia siap menerim persyaratan itu.
Andra pun akhirnya pulang,
akupun masuk kedalam rumah.
-----------------------
Liburan pun telah selesai,
aku masuk sekolah sperti biasanya. Semua anak terheran, banyak yang menanyakan
tentang hubunganku dengan Andra. Saat itu Andra memang telah menepati
persyaratannya. Tapi setelah beberapa minggu, dia terdiam,dia menjauh dariku,
tak ada sapaan lagi untukku, tak ada senyum manis yang ia bagi untukku.
Semuanya seakan dia tidak mengenalku. Kehilangan.. itulah yang aku rasakan
sekarang. Aku memang masih menyayangi dia,bahkan sangat menyayangi dia. Mengapa
dia lakukan itu.. sakit rasanya setiap kari melihat dan merasakan perlakuan
Andra padaku. Setiap hari hanya air mata yang membangun hari-hariku hingga
berkali-kali aku tanya pada diriku, mengapa dia lakukan ini? Apa salahku?
“Hey Nes..” suara Meggy
membangunkanku dari lamunanku.
Air matapun menetes tak
terkendali. “Nes,.. sabar ya. Km inget semuanya? Andra akan selalu ada
untukmu,ingatlah jika kau bersedih,kau akan tersenyum kembali walaupun kau tak
lagi bersamanya. Tapi dibelakangmu dia sangat ingin bersamamu kmbali.“ meggy
meyakinkan aku.
Aku pun memikirkan
perkataan meggy, “iyakah meg? Betulkah Andra masih ingat denganku?” tanyaku.
“ya.. pasti” jawab meggy meyakinkanku sambil tersenyum.
Aku terdiam,menunduk. Oh
tuhan.. mengapa kau lakukan itu?? Rintihku dalam hati. Meggy pun
berdiri dan menarik tanganku. Akhirnya kita masuk kelas dan mengikuti pelajaran
yang berlangsung.
Arumm-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar