Rabu, 04 Januari 2012

Tuhan.. Mengapa ini Kau Lakukan?

Pagi itu, dimana aku berjalan menelusuri sudut-sudut sekolah seperti biasanya. Namaku Arnes.. aku seperti tak mengenal siapapun disitu. Yaa.. semuanya telah berubah saat Andra merubah sikapnya padaku. Andra adalah seorang cowok yang mengerti aku,dekat denganku,dan menjadi penyemangatku. Tapi semuanya telah berubah saat dia memutuskan untuk 
menghentikan hubungan itu.

“Nes...” panggil meggy..
“yaa meg..” jawabku.

Meggy adalah teman baikku disana. Dia sangat mengerti keadaanku. Aku juga mengerti dia dan sangat menyayangi dia.

“Kau ingat dulu??” tanya Meggy padaku.
“maksud kamu??” tanya ku balik.
“yaa.. dulu saat kau bahagia,saat kau bersama Andra” Ku diam,terpaku memandang langit yang mungkin tak sama dengan perasaanku sekarang.
Semua ingatan memutar kmbali..

“siapa yang mau menyalonkan diri jadi pengurus kelas?” tanya wali kelasku.
“aku.. “ jawabku sambil menunjuk jari.
“siapa namamu?” tanya Andra.. “aku arnes..”

Dengan sigap dia menulis namaku di papan tulis. Aku ragu,apakah aku akan terpilih. Votting suara pun terjadi,banyak siswa yang memilih Andra. Dan dugaan pun berbicara bahwa Andra lah yang terpilih menjadi ketua kelas. Dan aku terpilih menjadi bendahara.
Semuanya terasa biasa waktu itu, akupun diberi amanat oleh wali kelas untuk menjalankan tugas dengan baik sebagai bendahara.
                              -------------------
Malam harinya dimana aku ada tugas mandarin dipelajaran kedua dan tugas untuk membuat buku kas kelas tentunya. Akupun menyelesaikannya dengan baik.
Tapi tiba2 “ada sms.. ada sms.. “ ringtone message ku berbunyi. Aku buka hp ku dan aku lihat ada nomer yang blm aku kenal menyapaku.

Ini nomernya arnes kan?

Aku pun membalasnya 
iya.. ini siapa? Ada perlu apa?
Dari situlah awal Andra dekat denganku sampai pada akhirnya..

“Nes.. aku anterin pulang ya”
“nggak usah,aku dijemput kakak..” jawabku.
“o.. yauda kamu hati-hati ya, CU Arnes” salam terakhir Andra.

Aku hanya tersenyum sambil mengikuti laju jalan menuju gerbang sekolah. Jalanku dihentikan oleh Andra seketika di depan gerbang, “Nes.. boleh aku ngomong sebentar sama kamu?” “yaa.. mau ngomong apa Ndra” jawabku ingin tau. Tapi Andra sejenak terdiam dan ku lihat ada rasa gugup diwajahnya.

Aku tanya “kamu kenapa Ndra? Kamu sakit?”
“aku mau ngomong sama kamu,tentang perasaanku.. Aku sayang kamu, aku sudah lama menyimpan ini semua. Kamu maukan jadi pacarku?”
Aku tersimpuh,aku malu, bercampur dengan perasaan yang amat bahagia. Tapi aku hanya diam. Dan akhirnya aku angkat bicara “ya Ndra... aku mau,aku jg sayang kamu”
Andra pun tersenyum bahagia, dan lewatlah sepeda kakakku untuk menjemputku. Akhirnya aku pulang, Andra pun pulang mengikuti jejakku di belakang.
Aku bahagia,aku senag saat itu. Semua balutan permen manis serasa menempel dihatiku. Sejak saat itu aku semakin dekat dengan Andra, pekerjaan dari wali kelaspun kita jalani bersama. Dia memberi semangat untuk aku saat aku terjatuh. Kita berdua juga sering tukar pikiran untuk pelajaran,dia yang mengajariku jika aku tak bisa menyelesaikannya,dan akupun begitu. Langkah demi langkah kita lewati bersama. Kulihat tatapan matanya,kebahagiaan terlihat jelas pada dirinya.
Hari semakin hari kita lewati, namun dengan berjalannya waktu kulihat perubahan pada diri Andra. Ketakutanku pun muncul saat itu. Saat itu liburan puasa-hari raya, Andra tak kunjung mengabariku. Tak lama dia sms..
Aku ingin ketemu kamu,besok aku kerumahmu.
Aku tak membalasnya, seketika itu air mataku menetes tiba2 seakan ada yang mendorongnya keluar. Aku takut, aku sangat takut dengan apa yang aku pikirkan. Aku takut semuanya akan terjadi.
                              -----------------
Keesokan harinya,,
aku ada di depan rumah,keluarlah
Itulah sms dari Andra yang aku terima. Aku keluar dengan perasaan campur aduk, akupun duduk disamping Andra. Dan andra pun mulai membuka pembicaraan “Nes.. mohon maaf lahir batin ya” “iyaa.. “ jawabku. “Nes.. maafin aku selama ini sdah mendiami kamu, aku juga bingung,perasaanku sama kamu tiba2 menghilang, aku tak berfikir tentangmu lagi.
Saat itupun air mataku mulai terjatuh, walau sudah tertahan sangat kuat,tapi tak bisa ku hindari lagi. “aku tau maksudmu,katakanlah aku tak akan marah..” ku memotong pembicaraan. Dia terdiam cukup lama, dan akupun juga. Suasana saat itupun mulai hening seperti tak ada seseorang. Tiba2 Andra mulai angkat bicara “aku ingin kita sudahi hubungan ini” DEGG!! Perasaanku seakan hancur, air mata pun tak bisa keluar lagi. Mungkin karna terlalu sakit mendengarnya. “oke kalau itu mau kamu,” jawabku biasa sambil tersenyum, seakan tak ingin menunjukkan kepada Andra jk aku sangat sedih saat itu. “tapi ada syaratnya” akupun menambahi. “apa syaratnya?” tanya Andra. “aku mau hentikan semua ini tapi kita nggak boleh berubah,kita akan tetap jadi sahabat,kita tetap jadi teman, kamu tetap senyum sama aku dan nggak boleh cuekin aku” tambahku mengajukan syarat.
“oke..” jawab Andra tegas seakan dia siap menerim persyaratan itu.
Andra pun akhirnya pulang, akupun masuk kedalam rumah.
                        -----------------------
Liburan pun telah selesai, aku masuk sekolah sperti biasanya. Semua anak terheran, banyak yang menanyakan tentang hubunganku dengan Andra. Saat itu Andra memang telah menepati persyaratannya. Tapi setelah beberapa minggu, dia terdiam,dia menjauh dariku, tak ada sapaan lagi untukku, tak ada senyum manis yang ia bagi untukku. Semuanya seakan dia tidak mengenalku. Kehilangan.. itulah yang aku rasakan sekarang. Aku memang masih menyayangi dia,bahkan sangat menyayangi dia. Mengapa dia lakukan itu.. sakit rasanya setiap kari melihat dan merasakan perlakuan Andra padaku. Setiap hari hanya air mata yang membangun hari-hariku hingga berkali-kali aku tanya pada diriku, mengapa dia lakukan ini? Apa salahku?
“Hey Nes..” suara Meggy membangunkanku dari lamunanku. 
Air matapun menetes tak terkendali. “Nes,.. sabar ya. Km inget semuanya? Andra akan selalu ada untukmu,ingatlah jika kau bersedih,kau akan tersenyum kembali walaupun kau tak lagi bersamanya. Tapi dibelakangmu dia sangat ingin bersamamu kmbali.“ meggy meyakinkan aku.
Aku pun memikirkan perkataan meggy, “iyakah meg? Betulkah Andra masih ingat denganku?” tanyaku. “ya.. pasti” jawab meggy meyakinkanku sambil tersenyum.
Aku terdiam,menunduk. Oh tuhan.. mengapa kau lakukan itu?? Rintihku dalam hati. Meggy pun berdiri dan menarik tanganku. Akhirnya kita masuk kelas dan mengikuti pelajaran yang berlangsung.




Arumm-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar