“Selamat Pagi.. “ Aku ingin
berucap itu padamu. Kata tulus yang dapat kulontarkan dengan senyum pagiku,
menjadi orang pertama dalam pagimu. Eits, orang pertama? Kurasa itu g’ akan
pernah terjadi. Aku menghargai kepunyaanmu disana, maaf ya..
Oya, pagi ini apa
rencanamu? yang pasti saat kau membuka mata, orang pertama yang muncul dalam
loadingmu adalah dia.. apa sempat terlintas aku diloadingmu? mungkin tidak.
Sudahkah kau mandi? makan? mungkin perhatian itu berat kuucapkan. Tunggu,
sedermawankah aku untuk menahan hal itu? menerima semua yang terjadi? akupun
tak tahu, mungkin aku sudah gila, mungkin aku telah lupa dengan diriku sendiri,
tapi jika itu memang terjadi, aku tetap ingin amnesia untuk selamanya karena
aku tak ingin kehilangan tentang semua ini. Aku tolol ya? Padahal aku sudah
berusaha agar untu tak terlihat tolol dimatamu, tapi berat. Rasanya akupun suka
menjadi orang tolol. Tuhaan.. bahkan aku sempat ingin memilikinya.
Aku masih ingat betul
kau bertanya ‘seandainya keadaan akan tetap seperti ini,bagaimana?’. Aku
menjawabnya, ‘aku akan bisa (kuat)’ . tapi tahukah kau? Jawaban itu
menyakitkan. Kuat yaa?? Sampai saat inipun aku memang terlihat kuat,tapi tidak
untuk kepingan sel-sel yang ada didalamnya untuk membentuk sebuah perasaan yang
sekarang ada untukmu. Lagi-lagi aku terlihat tolol karenamu. Mungkin aku sudah
mulai bangga dengan ketololanku.
Aku mau bertanya, apa
ada sedikit keinginan untuk menjaga bintangmu kini yang telah mulai redup,
bahkan sudah redup saat melihat bintang lain didekatmu? Enggak ya? Kau memang
tidak memiliki penegasan! Padahal aku menginginkan penegasan itu, agar aku bisa
mengetahui apa yang harus aku lakukan. Mundur, ataukah bertahan menunggu.
Tolong, jangan plin-plan untuk yang urusan kali ini. Terima kasih --
Arumm-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar