“Floe.. Floeresca..!“ Suara
keras itu membangunkannya. “Duh.. kepalaku.. ” Floe adalah gadis remaja
SMA kelas XII yang cantik,putih,imut, cerdas. Dia anak satu-satunya dalam
keluarga Werbijaya. Keluarga yang mapan,terkenal dengan orang-orang penting
didalamnya. Tapi,dibalik kesempurnaanya,dia sakit. Ya,sedikit tekanan darah
rendah lah,makannya kalau habis tidur atau duduk dan langsung dipaksakan
berdiri itu pasti pusing.
Segera dia ambil handuk dan menuju ke kamar mandi.
Sesampai itupun,sarapan yang telah saji disiapkan oleh pembantunya yang sudah
15 tahun mengabdi dalam keluarganya tersebut. Dilahapnya roti bakar itu dengan
segelas susu yang telah hidang. “Bik, Floe berangkat ya”. Karna memang keluarga
sibuk, jadi sangat jarang Floe berpamitan dengan Mama ataupun Papanya.
Tiba-tiba hujan turun
dengan deras, sehingga sampai di gerbang sekolah, Floe harus berlari dari mobil
yang mengantarnya menuju masuk ke sekolah. Nggak biasanya sih hujan turun
pagi-pagi, tapi yaaa itu semua kan rencanan Tuhan. Jadi,mau diturunkan hujan
kapanpun,terserah Dia. “Derrt.. Derrrt.. “ suara handphone pun
menggetarkan saku rok Floe. “Floe, sudah berangkat?” itu pesan dari jansen
kekasihnya.
Oya,selama ini
keluarganya ada di London, dan diapun juga bersekolah disana. Dan untuk
kekasihnya,dia pernah belajar di indonesia beberapa bulan,tapi asli orang
London. Makannya dia bisa bicara bahasa Ibu pertiwi sedikit-sedikit. Setelah
dia baca pesan yang sedikit membuat hatinya berdetak, dia langsung lari dalam
jalanan licin disekolah untuk menuju kelapangan. Karna suasana yang habis
dilumuri hujan itu membuat jalanan terasa licin bahkan seperti habis dilumuri
minyak. “Floe..” suara jansen memanggilnya dari kejauhan.
Floe ragu untuk
mendekatinya, karna tak seperti biasanya. Pandangan Floe ke Jansen hari ini,
seakan sangat mengartikan sesuatu. Hatinya semakin berdetak keras dan dia
terdiam dalam langkahnya, dia tak bergerak. Jansen pun mengalami hal yang sama,
pandangannya penuh arti pada kekasihnya pagi itu. Tapi,dia ingin menghampirinya
dan akhirnya, dengan perlahan dia jemput kekasihnya yang telah terdiam tak
bergerak berdiri menunggunya. “Floe.. I miss u so much.” Kata Jansen
membuka percakapan. Floe tak dapat berkata-kata apapun. Entah setan apa yang
telah membunmkam mulutnya pagi itu. Dia kelihatan bingung dengan semua ini,tapi
rasanya indah. Indaah banget.
Nggak seperti
biasanya dia nerves bertemu dengan kekasih bulenya itu. Dingin pun tak lupa
melengkapi saat hadirnya mereka. Jansen pun meraih tangan Floe dan
menggenggamnya. Tak terasa, tubuh mereka jadi semakin dekat, wajah mereka hanya
berjarak pada beberapa centi saja. Bibir mereka bersentuhan, ya.. Jansen dan
Floe kini bersatu dalam ikat cinta mereka.
“I love u Floe..”
“ love u too Jansen” seucap kata mereka ucapkan dalam tengah-tengah
keadaan itu. Dan, kembali bibir mereka menyatuh dalam ikatan cinta remaja
mereka. Berpagut dalam indahnya perasaan yang mungkin masih mereka pertanyakan.
Ya, perbedaan perasaan yang kini mereka hadapi sekarang. Selang beberapa menit,
mereka lepaskan bibir mereka. Mereka memandang tak berkedip walau angin dingin
karna hujan telah menubruk tubuh mereka. Ternyata, itu keajaiban, 2 tahun telah
berjalan hubungan mereka, dan saat ini pula mereka terjerat dalam fall
in love yang kedua kalinya. :’)
Tak jarang sepasang kekasih yang masih remaja bertahan
dalam lingkar hubungannya. 3 bulan, 5 bulan, 1 tahun. Bosan,putus. Tapi Tuhan
memberikan miracle kepadanya, hubungannya dipertahankan dengan dihadirkan
kembali perasaan jatuh cinta kepada keduanya.
Arumm-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar