Aku ga tau lagi harus
bicara apa, aku mengerti dan sangat mengerti tentang apapun yang kau sukai. Aku
ingat saat kau menggeluti semua itu tanpa memerdulikan aku. Aku diam.
Apa aku pantas untuk
berkata-kata?? Setiap lorong waktu yang kini kulalui tanpa dan denganmu, itu
semua indah. Tapi sedikit buram. Mungkin kesibukanmulah yang memburamkan
semuanya. Aku tak segan untuk meneteskan air mata sebanyak yang aku bisa,
mungkin kau pun tak pernah mengerti bahwa penyebabnya adalah kamu dan semua
kesibukanmu.
Yaa.. aku tahu aku tahu,
aku ga harus melarang bukan? Aku tahu itu bukan hakku, iya aku tahu itu yang
ngebuat kamu jadi senang, aku tahu itu semua. Rasanya aku ingin menjadi sesuatu
yang selalu kau geluti itu. Aku cemburu pada benda itu. Hahha, cemburu pada
benda mati?? Kedengarannya aneh,tapi menurutku tidak selagi aku bisa didekatmu.
Terkadang aku dibutakan oleh sekeliling yang sempat ngasih sinar terang buat
aku, sampai sempat tak sadar akan hal yang jelas kebahagiaannya diluar sana.
Mungkin, darah dan saraf
otakku hanya ingin menerimamu dan cukup kamu. Aku mengenalmu,dan kau juga
mengenalku kan? Bahkan kau mengenal kesibukanku, rencana masa depanku, pribadi
orangtuaku bahkan duniaku. Aku terlalu menyukai posisimu, walau harus melawan
kesibukanmu. Sepertinya kesibukanmu tak bisa digantikan, mungkin aku harus
mencintai kesibukanmu sebelum aku terlelap dalam dekapanmu dimasa depan.
Arumm-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar