Senin, 27 Agustus 2012

Masih Ingatkah dengan Bulan Sabitmu?

Laju kecepatan semakin dikurangi, terisak dingin yang mencekam ditubuhku. Rangkulan tangan yang semakin erat melengkung di pinggangnya.

Hening, tak ada suara. “Aku paling suka bulan ini.” Serak suara manis tiba-tiba menggunjang ditelingaku. “Bulan Agustus, kenapa??“ “Bukan, lihat diatas kamu. Bulan itu, aku suka bulan itu.” Senyum manis tiba-tiba melengkung dibibirnya dan menusuk syaraf perasaanku yang paling dalam. Terikat seakan tak mampu untuk berbicara, apalagi mengatur dan menata kata-kata.
“Kenapa begitu menyukai bulan sabit? “ “Iya, bulan itu terlihat berani, kuat,dan hebat seperti pedang. Aku ingin seperti bulan itu.” Sesak bicaraku tak lagi bisa diatur, hanya diam, mendengar dan berfikir tentangnya. Buatku, berada disampingnya dan mendengar semua kesukaannya itu lebih dari cukup. Aku mau harus terus menari dengan angin, kegelapan, jika aku bersama dia. Selama apapun itu, aku sanggup. “Kalau Bintang?“ tanyaku sembari berharap dia menyukai bintang, sama sepertiku.
“Aku ga suka.”
“kenapa? Bintang itu cantik.”
“kamu suka bintang?”
“banget.. “ jawabku pelan,samar, seakan ikut menari dalam dekap bintang yang telah kukagumi selama ini.
“terus?? “
“Aku sering keluar rumah saat malam hari, dari jutaan bintang yang ada dilangit. Aku yakin, pasti ada satu buat aku. Dan aku sering nyari,mana yang punyaku.” Pelan ; hening yang dirasakan dalam malam, hanya angin yang terdengar.
“sekarang,masih suka nyari yang mana bintang kamu?”
“selalu, tapi mungkin malam ini sudah enggak. Karena bintangnya sudah ada didepanku.” ketawa kecil terdengar dari bibir mungilnya. Akupun ikut tertawa, gas dipercepat, sekuat mungkin aku terdiam, memeluk erat dalam ketawanya. I love you.. kata terakhir yang dia ucapkan :’)

Percakapan kecil yang selalu aku ingat, seperti saat ini.
Dalam kesibukanku menata masa depan,aku masih sempat mengingatnya. Bahkan selalu terdengar ditelingaku.
Kau mengingatnya??


Arumm-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar