Sabtu, 31 Agustus 2013

Terima kasih,Cinta.

“Aku ingin pulang, Ingin cepat pulang
Agar aku dapat bertemu kamu.”


“Aku ingin pulang,Ingin cepat pulang
Agar aku dapat memeluk kamu.”

Lirik itu menemani malamku. Yah,lirik lagu indah yang dinyanyikan bunda cantik maia estianti ini mengalun pelan ditelingaku.
 Aku seakan dibawanya menerobos kedalam makna bait kata indah itu. Tiba-tiba kau dengan tanpa persetujuanku masuk kedalam singgasanaku yang memang ku khususkan untukmu. Aku selalu bilang kalau aku selalu menunggu kepulanganmu,tak lebih dari itu. Karena aku jatuh cinta pada lentik matamu yang sengaja ingin membawaku kedalam dunia yang sangat tidak bisa aku jelaskan, cintamu.
Aku terperangkap dalam zona amanmu,tapi aku tak ingin bebas. Aku suka. Sekilas, aku ingin kembali memperkenalkan si franklin kura-kura kecil yang ingin kita rawat bersama tapi pasangannya kau lepaskan karna tidak ada yang merawat waktu kau ke lombok, sudah besar kan sekarang? ingat??



Bunga mawar asli permintaanku waktu kamu di asrama bimbel dan kau baru bisa membawakannya saat ini, ingat?



 Si pilot kecil yang kau beri saat dikelas karena kau ingin aku yang memilikinya meskipun kau menyukainya karena dulu kau ingin menjadi pilot, ingat?



Si babi dengan dolpin kecil dan mawar hiasan yang kau bawa saat permintaan maafmu yang berulang kali tidak aku pedulikan sampai kau nekat datang kerumah dalam keadaan basah kuyup karna hujan dimalam hari, ingat?

 






Dan kado ultah istimewa darimu,pilihanmu sendiri yang kau ikhlaskan untukku si big brown, pasti ingat kan?




Yah, aku masih menjaga semuanya. Semua ini memang indah bersamaku,terlebih saat kau jauh. Mereka tetap bersamaku. Terima kasih ya, semoga Tuhan menjaga semuanya. Amiin.
Aku diam,karna seketika kejadian lama terlintas dipikiranku. Aku mencoba untuk membuang semuanya,dan aku berhasil. Dulu,kita masih labil untuk berlomba-lomba membenarkan diri meski kita tahu bahwa kita salah. Dulu,pertengkaran itu selalu ada,sering. Dulu,kita jauh dari kejujuran. Dulu,kita adalah kita. Tapi sekarang,semua menyadarkan aku bahwa semuanya karna kita masih labil. Kita berbeda sekarang,kita sudah dewasa. Sikapmu yang sekarang berhasil mempengaruhiku, mengusir rasa takutku, menyadarkan aku, bahwa kau memang dan akan selalu disini bersamaku karena izin dan ridhlo dari sahabatku,Tuhan.
Ya,aku sangat pede menyadari dan mengatakan bahwa kau mencintaiku. Hanya sekedar untuk kau ketahui,aku berteman akrab dengan Tuhan. Aku selalu menceritakan tentangmu ini itu ke Dia. Dan aku minta agar Tuhan tetap mengizinkan aku untuk menemanimu,sampai tiba saatnya Tuhan memanggilku untuk tinggal bersamaNya.
Betapa ingin aku mengucapkan beribu-ribu maaf dari awal aku mengenalmu,yang pernah tak pedulikan kamu,membalas sms mu dengan singkat, menolak ajakan baikmu,yang pernah menjauhimu karena keadaan yang buatku takut, marah-marah ke kamu karena terlalu khawatir, membiarkan kamu, membiarkan air mataku menangis didepanmu, semuanya yang tak bisa aku jelaskan satu persatu. Tanpa mengurangi rasa sayangku,aku minta maaf. Dan betapa ingin aku mengucapkan beribu-ribu rasa terima kasihku untuk semuanya,dari kau mengenalku,atas tisu yang kau berikan padaku saat aku menangis karna ulah ketua kelas kita dulu, atas keikhlasan hatimu mengantarku pulang, atas ajakanmu makan siang dan makan malam. Atas pertolonganmu saat aku pingsan, atas kerendahan hatimu meminta maaf padaku dalam keadaan hujan dimalam hari dengan kau membawakanku bunga mawar dan boneka. Atas ajakanmu jalan-jalan,minum jus dengan tulusnya kau bawa suasana bahagia tertawa lepas yang saat itu kau mencoba untuk meminjam buku latihan unasku matematika dan aku mencoba merebutnya karna kau simpan dalam balik seragammu, nonton movie di bioskop, meminjam berbagai film untuk menjadi teman penghiburku, menenangkan aku saat aku takut dan gelisah, memihakku atas berbagai kejadian yang menyakitiku, mempercayaiku kembali, mengenal keluargamu,dan memilihku untuk menjadi pelabuhan cintamu yang sampai saat ini kita arungi bersama. Masih banyak rasa terima kasihku yang tak bisa aku jelasin semua, aku sangat sangat berterima kasih. Terima kasih,terima kasih,terima kasih,terima kasih,untuk semuanya. Aku hanya ingin kau tetap bersamaku,disini. Aku cinta dirimu yang sekarang,yang bijaksana,dewasa,aku harap semuanya akan lebih baik dari yang lalu.
Biarkan air mata bahagiaku menetes saat ini sayang. Aku bahagia sama kamu. Kau juga kan? Ya, jika saja ada suatu hal dari kata terima kasih yang lebih besar lagi,aku akan lakukan untuk berterima kasih padamu. Jika kau membacanya, aku ingin sebuah kata indah ada dalam inboxku. Responmu dalam tulisanku yang selalu mengatas namakan kamu dalam semua ungkapanku. Terima kasih, aku mencintaimu. “


Arumm-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar