“Aku ingin pulang, Ingin cepat
pulang
Agar aku dapat bertemu kamu.”
“Aku ingin pulang,Ingin cepat pulang
Agar aku dapat memeluk kamu.”
Lirik itu menemani malamku. Yah,lirik lagu indah
yang dinyanyikan bunda cantik maia estianti ini mengalun pelan ditelingaku.
Aku seakan
dibawanya menerobos kedalam makna bait kata indah itu. Tiba-tiba kau dengan
tanpa persetujuanku masuk kedalam singgasanaku yang memang ku khususkan
untukmu. Aku selalu bilang kalau aku selalu menunggu kepulanganmu,tak lebih
dari itu. Karena aku jatuh cinta pada lentik matamu yang sengaja ingin
membawaku kedalam dunia yang sangat tidak bisa aku jelaskan, cintamu.
Aku terperangkap dalam zona amanmu,tapi aku tak
ingin bebas. Aku suka. Sekilas, aku ingin kembali memperkenalkan si franklin
kura-kura kecil yang ingin kita rawat bersama tapi pasangannya kau lepaskan
karna tidak ada yang merawat waktu kau ke lombok, sudah besar kan sekarang? ingat??
Bunga
mawar asli permintaanku waktu kamu di asrama bimbel dan kau baru bisa
membawakannya saat ini, ingat?
Si
pilot kecil yang kau beri saat dikelas karena kau ingin aku yang memilikinya
meskipun kau menyukainya karena dulu kau ingin menjadi pilot, ingat?
Si
babi dengan dolpin kecil dan mawar hiasan yang kau bawa saat permintaan maafmu
yang berulang kali tidak aku pedulikan sampai kau nekat datang kerumah dalam
keadaan basah kuyup karna hujan dimalam hari, ingat?
Dan
kado ultah istimewa darimu,pilihanmu sendiri yang kau ikhlaskan untukku si big
brown, pasti ingat kan?
Yah, aku masih menjaga semuanya. Semua ini memang
indah bersamaku,terlebih saat kau jauh. Mereka tetap bersamaku. Terima kasih
ya, semoga Tuhan menjaga semuanya. Amiin.
Aku diam,karna seketika kejadian lama terlintas
dipikiranku. Aku mencoba untuk membuang semuanya,dan aku berhasil. Dulu,kita
masih labil untuk berlomba-lomba membenarkan diri meski kita tahu bahwa kita
salah. Dulu,pertengkaran itu selalu ada,sering. Dulu,kita jauh dari kejujuran.
Dulu,kita adalah kita. Tapi sekarang,semua menyadarkan aku bahwa semuanya karna
kita masih labil. Kita berbeda sekarang,kita sudah dewasa. Sikapmu yang
sekarang berhasil mempengaruhiku, mengusir rasa takutku, menyadarkan aku, bahwa
kau memang dan akan selalu disini bersamaku karena izin dan ridhlo dari
sahabatku,Tuhan.
Ya,aku sangat pede menyadari dan mengatakan bahwa
kau mencintaiku. Hanya sekedar untuk kau ketahui,aku berteman akrab dengan
Tuhan. Aku selalu menceritakan tentangmu ini itu ke Dia. Dan aku minta agar
Tuhan tetap mengizinkan aku untuk menemanimu,sampai tiba saatnya Tuhan
memanggilku untuk tinggal bersamaNya.
Betapa ingin aku mengucapkan beribu-ribu maaf dari awal aku
mengenalmu,yang pernah tak pedulikan kamu,membalas sms mu dengan singkat,
menolak ajakan baikmu,yang pernah menjauhimu karena keadaan yang buatku takut,
marah-marah ke kamu karena terlalu khawatir, membiarkan kamu, membiarkan air
mataku menangis didepanmu, semuanya yang tak bisa aku jelaskan satu persatu.
Tanpa mengurangi rasa sayangku,aku minta maaf. Dan betapa ingin aku mengucapkan beribu-ribu rasa terima kasihku untuk
semuanya,dari kau mengenalku,atas tisu yang kau berikan padaku saat aku
menangis karna ulah ketua kelas kita dulu, atas keikhlasan hatimu mengantarku
pulang, atas ajakanmu makan siang dan makan malam. Atas pertolonganmu saat aku
pingsan, atas kerendahan hatimu meminta maaf padaku dalam keadaan hujan dimalam
hari dengan kau membawakanku bunga mawar dan boneka. Atas ajakanmu jalan-jalan,minum
jus dengan tulusnya kau bawa suasana bahagia tertawa lepas yang saat itu kau
mencoba untuk meminjam buku latihan unasku matematika dan aku mencoba
merebutnya karna kau simpan dalam balik seragammu, nonton movie di bioskop,
meminjam berbagai film untuk menjadi teman penghiburku, menenangkan aku saat
aku takut dan gelisah, memihakku atas berbagai kejadian yang menyakitiku,
mempercayaiku kembali, mengenal keluargamu,dan memilihku untuk menjadi
pelabuhan cintamu yang sampai saat ini kita arungi bersama. Masih banyak rasa terima kasihku yang tak bisa aku
jelasin semua, aku sangat sangat berterima kasih. Terima kasih,terima
kasih,terima kasih,terima kasih,untuk semuanya. Aku hanya ingin kau tetap
bersamaku,disini. Aku cinta dirimu yang sekarang,yang bijaksana,dewasa,aku
harap semuanya akan lebih baik dari yang lalu.
Biarkan air mata bahagiaku menetes saat ini sayang.
Aku bahagia sama kamu. Kau juga kan? Ya, jika saja ada suatu hal dari kata
terima kasih yang lebih besar lagi,aku akan lakukan untuk berterima kasih
padamu. Jika kau membacanya, aku ingin sebuah kata indah ada dalam inboxku.
Responmu dalam tulisanku yang selalu mengatas namakan kamu dalam semua
ungkapanku. “Terima
kasih, aku mencintaimu. “
Arumm-







Tidak ada komentar:
Posting Komentar