“Wajah lucu yang selalu tak pernah permisi pergi dari pikiranku, apa
kabar kamu disana? Semoga Tuhan yang Esa selalu membawamu dalam kedamaian.”
Oya, aku baik-baik aja disini meskipun kamu tak
menanyakan kabarku, aku mengabarimu. Aku sering kali bingung saat ini. Ntah apa
yang membuatku seperti ini. Maafkan aku. Kemarin aku sempat terlelap lama
karena kaki ku digigit ular, mungkin aku pingsan karena bisanya. Tapi tenang
aja, aku baik-baik saja.
Sekarang ini aku merasa sendiri disini, ga ada
kamu. Jauh. Matahari aja enggan menyapaku disini. Aku juga tak ingin berteman
sama dia, teriknya panas! Terkadang aku ingin berlaju cepat dengan keadaan,
memacu mataku untuk tak lagi bermanja dengan air mata, tapi sulit. Tolong,sebelum
kamu berkomentar biarkan aku ngomong. “Aku hanya ingin menjadi wanita normal yang bisa bergelut dengan
kebahagiaan dan tangisan. Jangan kau tuntut aku untuk selalu bahagia. Buat aku,air
mata adalah penolongku untuk setiap hal yang sulit aku ungkapkan. Biarkan aku
tetap menangis, merasa sebel, marah, tanpa mengurangi sedikit rasa sayangku
sama kamu. Aku hanya ingin merasakan pahit dan manisnya keadaan.”
Keinginanku sempat terbang jauh diatas sana, tapi
kenapa entah tak satupun yang kembali. Aku sulit terlelap saat ini, karena
alasan yang biasa. Alasan apa? Kamu tau. Benar! Aku merindukan kamu. Biasa kan?
Ya, biasa. Sangat biasa.
Keadaan ini terlalu sadis sayang. Air mataku
dipaksanya terus untuk mengalir. Kemarin, aku sempat kehilangan kabarmu. Aku sempat
kehilangan perhatianmu. Tapi aku tak pernah berhenti berdoa untuk semua
langkahmu. Aku selalu berharap kamu menjadi yang paling baik dari semua yang
terbaik.
Aku tak
ingin sedikitpun rasa ini hilang, aku menjaganya. Tulus. Apa kau tak sadar
kalau hanya aku yang bisa mencintaimu secara utuh? Melangkahlah seperti yang
kau inginkan,tapi tolong jangan pernah sedikitpun mengurangi rasa peduli dan
sayangmu untukku. This is story from GOD honey. Berikan yang terbaik.
Selalu jaga kesehatanmu disana, jaga dirimu disana. Salam cinta dan
sayang dariku, wanitamu.
“Aku merindukan pelukan
hangatmu.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar