“Kamu, JAHAT!!”
“Tuut.. tuut.. tuut..” suara telfon terputus.
Kesekian kalinya ia melepaskan air matanya yang tak
harus ia lepaskan seperti 1 tahun silam. Mungkin kini ia berada dalam kegelapan
yang rapuh. Tanpa ia kenali siapa yang menjadi alasan ia tersenyum, tertawa,
menangis, meratap, bahagia, ia tak kunjung arah. Tujuannya hanya ingin bahagia.
Ruang lingkup masa itu kembali menyelubunginya. Tersadar
ia jauh dari cahaya itu. Ia tak mungkin bisa menggapai nya. Karna cahaya itu
telah jauh berlari untuk tenggelam dalam kegelapan yang baru.
Semua tak lagi sama, ada yang berbeda dari setiap
langkah yang ia kehendaki. Tuhan mungkin memberikan jalan yang lain, jalan yang
belum pasti ia ketahui.
“Ini apa?” dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Keadaan ini membuatnya semakin rindu, tenggelam, dan lelah.
“Tuhan.. inikah cara baru untuk aku bahagia?”
Gadis
mungil yang selalu meratapi cahayanya yang hilang. Mencari dalam setiap bintang,
tak menemukan. Ia terus mencari..
Arumm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar