Kamis, 22 Mei 2014

Inikah Cara Baru Untukku Bahagia?

“Kamu, JAHAT!!”
“Tuut.. tuut.. tuut..” suara telfon terputus.
Kesekian kalinya ia melepaskan air matanya yang tak harus ia lepaskan seperti 1 tahun silam. Mungkin kini ia berada dalam kegelapan yang rapuh. Tanpa ia kenali siapa yang menjadi alasan ia tersenyum, tertawa, menangis, meratap, bahagia, ia tak kunjung arah. Tujuannya hanya ingin bahagia.

Ruang lingkup masa itu kembali menyelubunginya. Tersadar ia jauh dari cahaya itu. Ia tak mungkin bisa menggapai nya. Karna cahaya itu telah jauh berlari untuk tenggelam dalam kegelapan yang baru.
Semua tak lagi sama, ada yang berbeda dari setiap langkah yang ia kehendaki. Tuhan mungkin memberikan jalan yang lain, jalan yang belum pasti ia ketahui.
“Ini apa?” dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Keadaan ini membuatnya semakin rindu, tenggelam, dan lelah.
“Tuhan.. inikah cara baru untuk aku bahagia?”

                       
                                                Gadis mungil yang selalu meratapi cahayanya yang hilang. Mencari dalam setiap bintang, tak menemukan. Ia terus mencari..

Arumm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar