Minggu, 25 Mei 2014

Pertemuan Terakhir

Aku merindukanmu.”
Aku juga merindukanmu.”
Tidak, bagaimana bisa kau merindukanku? Kau hanya sibuk bersamanya
Dengerin aku flo, aku selalu merindukanmu. Meskipun aku bersamanya. Aku selalu mengingatmu. Darwin mencoba menjelaskan, berharap flo akan mendengarkannya.

Kamu bohong Darwin! Kamu tidak pernah merindukanku. Sekalipun itu kecil dan hanya sedetik. Kamu tidak pernah mengingatku.” Tangis itu menyelubungi pipi flo.
Percayalah, aku selalu merindukanmu
Bodoh! Aku tidak akan pernah bisa kau bohongi lagi!. Kau mencampakkan aku. Lalu kau bersamanya, kau meninggalkan aku. Kau pergi bersamanya. Kau pun tidak lagi mau bertemu denganku. Apa itu yang dinamakan rindu?
Maaf, tapi aku bukan tidak mau bertemu, hanya saja..
Hanya saja kau lagi sibuk dengan dia! Kekasih barumu! Iya kan? flo menyelah perkataan darwin.
Dengan penuh kemarahan yang seakan sudah mau meledak di otaknya. Sakit hati itu seakan tidak pernah ada obatnya. Darwin menundukkan kepalanya, dia diam. Entah,mungkin merasa bersalah. Atau lagi berfikir mencari cara untuk menyakiti hati flo lagi. Entahlah.. pikiran flo tidak lagi positif terhadap Darwin. Dia sudah disakiti, Dia merasa sangat sangat dicampakkan.
Maaf.. Suara melas darwin memecah keheningan.
Kau bodoh Flo,jika kau mempercayainya, kau Bodoh!sentak flo dalam dirinya sendiri.
Maaf.. kedua kalinya Darwin meminta maaf.
Cukup! Aku tidak akan pernah bisa kau bohongi lagi. Dulu memang kau yang terbaik, tapi sekarang? Kau yang membuat dirimu sendiri menjadi pengkhianat. kau pembohong. Bagaimana bisa aku mempercayaimu lagi? Cowok yang selalu penuh dengan kata-kata indah yang tak ada artinya! Pergi kau dari hidupku! Urus kekasih baru mu.Sentak flo dengan nada tinggi dengan matanya yang hampir melotot. Dia hanya ingin agar cowok yang tidak tau diri itu merasakan sakit atas perkataan flo. Dan flo menang.
Tapi floo..seru Darwin untuk menahan flo agar tetap berada disana bersamanya.
Dan satu lagi.. salam buat kekasih barumu! Bilang, kalau aku juga membencinya. Dia sudah mengambilmu dariku! Dan untuk kamu, jangan pernah temuin aku lagi. Jangan harap!Flo menegaskan kepada Darwin.
Darwin hanya terdiam, ini salah siapa? Darwin yang memulai. Dia hanya menyimpan kata menyesal dihatinya. Entah sampai kapan, gadis mungil itu tidak lagi ingin melihat Darwin apalagi mendengarkan penjelasannya. Kesalahn Darwin fatal, dia hanya ingin flo memaafkannya. Tapi sulit, itu adalah ancaman dari flo agar dia sadar bahwa begitu jahatnya dia. Mencampakkan gadis yang tak bersalah. Semoga karma tetap dalam hidupnya.

Arumm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar