“Aku
merindukanmu.”
“Aku
juga merindukanmu.”
“Tidak, bagaimana
bisa kau merindukanku? Kau hanya sibuk bersamanya”
“Dengerin
aku flo, aku selalu merindukanmu. Meskipun aku bersamanya. Aku selalu
mengingatmu. “ Darwin
mencoba menjelaskan, berharap flo akan mendengarkannya.
“Kamu
bohong Darwin! Kamu tidak pernah merindukanku. Sekalipun itu kecil dan hanya sedetik.
Kamu tidak pernah mengingatku.” Tangis itu menyelubungi pipi flo.
“ Percayalah,
aku selalu merindukanmu”
“Bodoh! Aku
tidak akan pernah bisa kau bohongi lagi!. Kau mencampakkan aku. Lalu kau bersamanya,
kau meninggalkan aku. Kau pergi bersamanya. Kau pun tidak lagi mau bertemu
denganku. Apa itu yang dinamakan rindu?”
“Maaf,
tapi aku bukan tidak mau bertemu, hanya saja..”
“Hanya
saja kau lagi sibuk dengan dia! Kekasih barumu! Iya kan? “ flo menyelah perkataan darwin.
Dengan penuh kemarahan yang seakan sudah mau
meledak di otaknya. Sakit hati itu seakan tidak pernah ada obatnya. Darwin
menundukkan kepalanya, dia diam. Entah,mungkin merasa bersalah. Atau lagi
berfikir mencari cara untuk menyakiti hati flo lagi. Entahlah.. pikiran flo
tidak lagi positif terhadap Darwin. Dia sudah disakiti, Dia merasa sangat
sangat dicampakkan.
“Maaf.. “
Suara melas darwin memecah
keheningan.
“Kau
bodoh Flo,jika kau mempercayainya, kau Bodoh! “ sentak flo dalam dirinya sendiri.
“Maaf.. “
kedua kalinya Darwin
meminta maaf.
“Cukup! Aku
tidak akan pernah bisa kau bohongi lagi. Dulu memang kau yang terbaik, tapi
sekarang? Kau yang membuat dirimu sendiri menjadi pengkhianat. kau pembohong. Bagaimana
bisa aku mempercayaimu lagi? Cowok yang selalu penuh dengan kata-kata indah
yang tak ada artinya! Pergi kau dari hidupku! Urus kekasih baru mu.” Sentak flo dengan nada tinggi
dengan matanya yang hampir melotot. Dia hanya ingin agar cowok yang tidak tau
diri itu merasakan sakit atas perkataan flo. Dan flo menang.
“Tapi
floo..” seru Darwin
untuk menahan flo agar tetap berada disana bersamanya.
“Dan
satu lagi.. salam buat kekasih barumu! Bilang, kalau aku juga membencinya. Dia sudah
mengambilmu dariku! Dan untuk kamu, jangan pernah temuin aku lagi. Jangan harap!”
Flo menegaskan kepada
Darwin.
Darwin
hanya terdiam, ini salah siapa? Darwin yang memulai. Dia hanya menyimpan kata
menyesal dihatinya. Entah sampai kapan, gadis mungil itu tidak lagi ingin
melihat Darwin apalagi mendengarkan penjelasannya. Kesalahn Darwin fatal, dia
hanya ingin flo memaafkannya. Tapi sulit, itu adalah ancaman dari flo agar dia
sadar bahwa begitu jahatnya dia. Mencampakkan gadis yang tak bersalah. Semoga karma
tetap dalam hidupnya.
Arumm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar