Jumat, 30 September 2011

Secepat itu Berlalu :'(

Malam itu seperti biasa gue hanya duduk di depan rumah sambil menikmati kue bikinan mama. Oya, kenalin nama gue Sovie, gue cewek kelas 2 SMA. Gue anaknya biasa aja, kata teman-teman gue sih, gue anaknya cuek, pintar, cantik, putih, nggak seberapa tinggi, dan PD. Tapi walaupun cuek teman-teman gue banyak, gue juga bisa dibilang jadi kejaran cowok-cowok, uhh (PD nya..), tapi bener gitu kok. 

Waktu itu gue lagi asik nikmatin kue bikinan mama, eh tiba-tiba hp gue dering dan ternyata sms dari Boby. Isinya gini “Sov, dirumah ta? Keluar yuk temenin aku beli kaset.” Langsung gue balas “oke.”. Oya, Boby itu sahabat baik gue, dari kecil waktu kita masih belum tahu apa-apa tuh gue uda temenan sama dia sampai sekarang. Nyokap dia sama nyokap gue juga uda deket banget kayak saudara sendiri, padahal sih enggak (Cuma teman). Ya gitu lah kalau ibu-ibu uda pada ngumpul, yang nggak akrab jadi bisa dibilang akrab deh. 

Gue tunggu Boby sekitar 10 menit sambil gue ganti baju dulu. Waktu gue turun dari lantai atas, eh si Boby uda duduk di sofa gue sambil nyemil-nyemil gitu. Si Boby uda akrab banget sama keluarga gue, jadi walaupun dirumah gue itu dia santai aja karna uda kayak rumahnya juga. Gue langsung nyamperin dia dan gue tanyak “lo uda lama Bob nungggunya?” “lumayan!” kata Boby. Oke,gue langsung pamitan sama mama gue “Ma, Sovie pergi sama Boby!” dan mama gue jawab “iya, jangan malam-malam pulangnya!” “oke!!” jawab kita serempak.

Kita langsung berjalan keluar sambil tangan kita masing-masing sibuk masangin helm. Gue langsung naik di boncengin Boby. Berangkaaat....!!

Dijalan gue tanyak sama Boby “Bob, emang lo mau beli kaset apa’an sih?” Boby jawab “uda diem aja, ntar lo juga tau!” yaudah, kalau Boby da bilang gitu mau gimana lagi? Masak gue paksa? Nggak mungkin, lagian juga pasti dia beli kaset band favoritnya di album terbarunya. Ah, nggak penting juga menurut gue. Nggak kerasa ternyata uda nyampek, kita berdua lalu ngelepas helm dan masuk.Disitu gue muter-muter sendiri nyari buku bacaan yang bagus karena kebetulan toko itu juga jual buku-buku gitu, kan gue suka banget tuh baca buku. Sedangkan Boby sibuk nyari kaset yang nggak jelas itu. Lima belas menit kemudian gue uda dapetin bukunya dan Boby juga uda dapet kasetnya, lalu kita bayar, dan pulaaang.

Sampai rumah gue nawarin Boby buat masuk, tapi Boby nggak mau dan dia pengen cepet-cepet pulang. Disitu gue lihat wajah Boby pucet banget, gue langsung tanya ke dia “lo nggak apa-apa kan Bob? Lo kenapa?” Boby berusaha menghindar dari pertanyaan gue “gue capek, lo tidur gi sana, uda malam. Gue pulang dulu ya, bye”. Boby langsung bergegas pulang, gue masuk rumah dengan pikir panjang “kenapa si Boby? Apa dia sakit? kalau iya kenapa nggak cerita ke gue? Padahal tadi nggak apa-apa!” “ah, paling dia kecape’an” gue positif thinking aja. Gue masuk kamar, ganti baju lalu cuci kaki, tangan dan gosok gigi. Setelah itu gue tidur. 

Keesokan harinya gue bangun agak kesiangan, gue liat jam uda nunjukin pukul 09:00, gue liat juga nggak ada pesan dari Boby di hp gue, kenapa ya? “ah, mungkin dia juga belum bangun.” Pikirku. Gue bangun dari tempat tidur gue dan langsung menuju ke kamar mandi. 20 menitan gue mandi, gue balik liat hp gue dan disitu Boby belum sms gue, padahal biasanya dia yang paling semangat ngajak jalan-jalan kalau lagi liburan. Ya, sekolah gue emang libur kalau hari sabtu, dan kebetulan gue satu sekolah sama boby tapi beda kelas.

Gue ganti baju, lalu tanpa basa-basi langsung gue ambil kunci sepedamotor dan gue turun. Ternyata mama gue uda nunggu gitu buat bikinin gue sarapan. “Ma, Sovie berangkat dulu ya.” Izin gue ke mama gue sambil minum seteguk susu yang telah dihidangkan. “mau kemana Sov?” “kerumah Boby” “yaudah, hati-hati” teriak mama gue dari dalam. Gue langsung bergegas kerumah boby, sekitar 10 menit gue sampek. Gue langsung masuk kerumahnya, tapi rumahnya sepi banget. Nggak biasa rumahnya boby kayak gini, ya mau gimana lagi.

Gue langsung pulang, ditengah perjalanan gue sms Boby, tapi nggak ada balesan, gue telfon beberapa kali tapi nggak ada jawaban, dan gue coba telfon lagi dan ini yang ke tujuh kalinya, akhirnya diangkat. Tapi yang ngomong bukan Boby, disitu gue ngerasa aneh, padahal gue uda ngomong tapi kenapa yang disana dari tadi Cuma bilang halo dan halo?”

Sampai dirumah gue liat rumah gue itu rame banget. “ada apa ya?” pikir gue. “loh, itu kan Boby sekeluarga ada dirumah gue”, gue liat mama gue, papa gue, kakak gue, sepupu gue dan semuanya keluarga besar papa dan mama gue ada disitu, tapi kenapa mereka semua pada nangis?”

Semuanya terlihat membingungkan. “ah, capek gue pengen ke kamar.” Akhirnya gue berjalan kekamar, disitu gue ngerasa badan gue lebih ringan dari biasanya. Yaudalah gue lanjutin langkah gue, gue melewati ruang tamu tapi disitu ada tubuh yang berbaring dengan ditutup kain coklat. Gue mendekat penasaran. Deegh!! “haaa?? Kenapa gue ada disitu?” gue terbaring tak berdaya disitu. Dan gue tak sengaja dengar pembicaraan Boby, nyokapnya, dan nyokap gue. Ternyata waktu perjalanan kerumah Boby tadi gue kecelakaan  dan pulang ke rahmatullah. “ini nggak mungkin :’( “ berarti sekarang ini adalah roh gue, bener tadi rumah Boby kosong. Ternyata semuanya ada disini. “kenapa ini? Kenapa engkau ambil gue secepat ini ya tuhan? :’( “ gue bener-bener masih pengen bercanda sama teman-teman gue, keluarga gue, dan tentunya Boby sahabat gue.

Tak lama kemudian Boby ngerasa sakit nahan perasaan kehilangan gue, Boby pingsan. Ternyata Boby punya penyakit jantung, dan yang tadi malam itu penyakit dia kambuh. Sepuluh menitan Boby sadar, dan gue hanya bisa berdiri disampingnya tanpa bisa apa-apa, hanya air mata yang aku keluarkan. Tiba-tiba boby minta diambilin foto gue, dia peluk foto gue dan disitu dia bilang “Sov, kenapa.. lo pergi se..secepat i..tu? gue nggak ma..u lo pergi, gu..e ingin lo tetep a..da disini sa.. sama gue, gu..gue sayang sama e..lo Sov, gue sayang ba.. nget sama e..lo :’( , asal lo tau Sov.. gue sa..habat lo, apapun yang ter..jadi sama lo, itu ju.. juga harus gu..e rasain, gue ingin sa..ma elo seka..sekarang :’( , bawa gu..gue Sov.. , gue nggak ma..u lo sendirian di..sana” tiba-tiba suara petir menyambar, dan dengan sekejap Boby meninggal. Entah karna apa dia meninggal, apa karna pernyataan dia tadi? Atau karena penyakitnya? Gue menangis dalam hati gue, tersentuh rasanya denger pernyataan Boby tadi, semuanya pada nangis kehilangan gue dan Boby. Dalam satu hari ditempat yang sama gue dan Boby telah menjauh dari dunia nyata ini. “Sov..” terdengar suara memanggil gue, ternyata itu roh Boby. Tiba-tiba angin berhembus kencang, dan datang sosok pria besar berpakaian putih-putih menghampiri kami berdua. 

Ternyata mereka menjemput kami. “mama, papa, kakak, dan semuanya.. gue sayang banget sama kalian, seandainya gue bisa mencuri waktu, gue nggak mau pergi secepat ini” gue teriak tapi tak ada satupun yang mendengar kecuali roh Boby dan si pria-pria itu. “Sov, dari dulu gue temen lo, sahabat lo, gue ingin hanya sama lo. Disini gue nemenin lo, gue nggak mau lo sendiri, gue akan temenin lo sampai nanti saatnya lo bertemu sama keluarga lo di sini bersama kita.” “Soviiiiiiiiiiie................ :’( Booobyyy................ :’( “ tangisan keluarga kami semakin menyesakkan kami, tapi tak dapat di pungkiri lagi, inilah takdir, ketentuan yang diatas. Gue yakin suatu saat nanti, mereka (keluarga kami) akan menemukan arti tersendiri dari coba’an ini.

Dan sekarang gue dan Boby melangkah ke tempat gelap yang tak satupun orang dapat melihat, ALAM BAKA.

~Eendiiiiiingg-




    Arumm-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar