Malam itu seperti biasa gue
hanya duduk di depan rumah sambil menikmati kue bikinan mama. Oya, kenalin nama
gue Sovie, gue cewek kelas 2 SMA. Gue anaknya biasa aja, kata teman-teman
gue sih, gue anaknya cuek, pintar, cantik, putih, nggak seberapa tinggi, dan
PD. Tapi walaupun cuek teman-teman gue banyak, gue juga bisa dibilang jadi
kejaran cowok-cowok, uhh (PD nya..), tapi bener gitu kok.
Waktu itu gue lagi asik
nikmatin kue bikinan mama, eh tiba-tiba hp gue dering dan ternyata sms dari
Boby. Isinya gini “Sov, dirumah ta? Keluar yuk temenin aku beli kaset.”
Langsung gue balas “oke.”. Oya, Boby itu sahabat baik gue, dari kecil waktu
kita masih belum tahu apa-apa tuh gue uda temenan sama dia sampai
sekarang. Nyokap dia sama nyokap gue juga uda deket banget kayak saudara
sendiri, padahal sih enggak (Cuma teman). Ya gitu lah kalau ibu-ibu uda pada
ngumpul, yang nggak akrab jadi bisa dibilang akrab deh.
Gue tunggu Boby sekitar 10
menit sambil gue ganti baju dulu. Waktu gue turun dari lantai atas, eh si Boby
uda duduk di sofa gue sambil nyemil-nyemil gitu. Si Boby uda akrab banget sama
keluarga gue, jadi walaupun dirumah gue itu dia santai aja karna uda kayak
rumahnya juga. Gue langsung nyamperin dia dan gue tanyak “lo uda lama Bob
nungggunya?” “lumayan!” kata Boby. Oke,gue langsung pamitan sama mama gue “Ma,
Sovie pergi sama Boby!” dan mama gue jawab “iya, jangan malam-malam pulangnya!”
“oke!!” jawab kita serempak.
Kita langsung berjalan
keluar sambil tangan kita masing-masing sibuk masangin helm. Gue langsung naik
di boncengin Boby. Berangkaaat....!!
Dijalan gue tanyak sama
Boby “Bob, emang lo mau beli kaset apa’an sih?” Boby jawab “uda diem aja, ntar
lo juga tau!” yaudah, kalau Boby da bilang gitu mau gimana lagi? Masak gue paksa?
Nggak mungkin, lagian juga pasti dia beli kaset band favoritnya di album
terbarunya. Ah, nggak penting juga menurut gue. Nggak kerasa ternyata uda
nyampek, kita berdua lalu ngelepas helm dan masuk.Disitu gue muter-muter
sendiri nyari buku bacaan yang bagus karena kebetulan toko itu juga jual
buku-buku gitu, kan gue suka banget tuh baca buku. Sedangkan Boby sibuk nyari
kaset yang nggak jelas itu. Lima belas menit kemudian gue uda dapetin bukunya
dan Boby juga uda dapet kasetnya, lalu kita bayar, dan pulaaang.
Sampai rumah gue nawarin
Boby buat masuk, tapi Boby nggak mau dan dia pengen cepet-cepet pulang. Disitu
gue lihat wajah Boby pucet banget, gue langsung tanya ke dia “lo nggak apa-apa
kan Bob? Lo kenapa?” Boby berusaha menghindar dari pertanyaan gue “gue capek,
lo tidur gi sana, uda malam. Gue pulang dulu ya, bye”. Boby langsung
bergegas pulang, gue masuk rumah dengan pikir panjang “kenapa si Boby? Apa dia
sakit? kalau iya kenapa nggak cerita ke gue? Padahal tadi nggak apa-apa!” “ah,
paling dia kecape’an” gue positif thinking aja. Gue masuk kamar, ganti baju
lalu cuci kaki, tangan dan gosok gigi. Setelah itu gue tidur.
Keesokan harinya gue bangun
agak kesiangan, gue liat jam uda nunjukin pukul 09:00, gue liat juga nggak ada
pesan dari Boby di hp gue, kenapa ya? “ah, mungkin dia juga belum bangun.”
Pikirku. Gue bangun dari tempat tidur gue dan langsung menuju ke kamar mandi.
20 menitan gue mandi, gue balik liat hp gue dan disitu Boby belum sms gue,
padahal biasanya dia yang paling semangat ngajak jalan-jalan kalau lagi
liburan. Ya, sekolah gue emang libur kalau hari sabtu, dan kebetulan gue satu
sekolah sama boby tapi beda kelas.
Gue ganti baju, lalu tanpa
basa-basi langsung gue ambil kunci sepedamotor dan gue turun. Ternyata mama gue
uda nunggu gitu buat bikinin gue sarapan. “Ma, Sovie berangkat dulu ya.” Izin
gue ke mama gue sambil minum seteguk susu yang telah dihidangkan. “mau kemana
Sov?” “kerumah Boby” “yaudah, hati-hati” teriak mama gue dari dalam. Gue
langsung bergegas kerumah boby, sekitar 10 menit gue sampek. Gue langsung masuk
kerumahnya, tapi rumahnya sepi banget. Nggak biasa rumahnya boby kayak gini, ya
mau gimana lagi.
Gue langsung pulang,
ditengah perjalanan gue sms Boby, tapi nggak ada balesan, gue telfon beberapa
kali tapi nggak ada jawaban, dan gue coba telfon lagi dan ini yang ke tujuh
kalinya, akhirnya diangkat. Tapi yang ngomong bukan Boby, disitu gue ngerasa aneh,
padahal gue uda ngomong tapi kenapa yang disana dari tadi Cuma bilang halo dan
halo?”
Sampai dirumah gue liat
rumah gue itu rame banget. “ada apa ya?” pikir gue. “loh, itu kan Boby
sekeluarga ada dirumah gue”, gue liat mama gue, papa gue, kakak gue, sepupu gue
dan semuanya keluarga besar papa dan mama gue ada disitu, tapi kenapa mereka
semua pada nangis?”
Semuanya terlihat
membingungkan. “ah, capek gue pengen ke kamar.” Akhirnya gue berjalan kekamar,
disitu gue ngerasa badan gue lebih ringan dari biasanya. Yaudalah gue lanjutin
langkah gue, gue melewati ruang tamu tapi disitu ada tubuh yang berbaring
dengan ditutup kain coklat. Gue mendekat penasaran. Deegh!! “haaa?? Kenapa gue
ada disitu?” gue terbaring tak berdaya disitu. Dan gue tak sengaja dengar
pembicaraan Boby, nyokapnya, dan nyokap gue. Ternyata waktu perjalanan kerumah
Boby tadi gue kecelakaan dan pulang ke rahmatullah. “ini nggak mungkin
:’( “ berarti sekarang ini adalah roh gue, bener tadi rumah Boby kosong.
Ternyata semuanya ada disini. “kenapa ini? Kenapa engkau ambil gue secepat ini
ya tuhan? :’( “ gue bener-bener masih pengen bercanda sama teman-teman gue,
keluarga gue, dan tentunya Boby sahabat gue.
Tak lama kemudian Boby
ngerasa sakit nahan perasaan kehilangan gue, Boby pingsan. Ternyata Boby punya
penyakit jantung, dan yang tadi malam itu penyakit dia kambuh. Sepuluh menitan
Boby sadar, dan gue hanya bisa berdiri disampingnya tanpa bisa apa-apa, hanya
air mata yang aku keluarkan. Tiba-tiba boby minta diambilin foto gue, dia peluk
foto gue dan disitu dia bilang “Sov, kenapa.. lo pergi se..secepat i..tu? gue
nggak ma..u lo pergi, gu..e ingin lo tetep a..da disini sa.. sama gue, gu..gue
sayang sama e..lo Sov, gue sayang ba.. nget sama e..lo :’( , asal lo tau Sov..
gue sa..habat lo, apapun yang ter..jadi sama lo, itu ju.. juga harus gu..e
rasain, gue ingin sa..ma elo seka..sekarang :’( , bawa gu..gue Sov.. , gue
nggak ma..u lo sendirian di..sana” tiba-tiba suara petir menyambar, dan dengan
sekejap Boby meninggal. Entah karna apa dia meninggal, apa karna pernyataan dia
tadi? Atau karena penyakitnya? Gue menangis dalam hati gue, tersentuh rasanya
denger pernyataan Boby tadi, semuanya pada nangis kehilangan gue dan Boby.
Dalam satu hari ditempat yang sama gue dan Boby telah menjauh dari dunia nyata
ini. “Sov..” terdengar suara memanggil gue, ternyata itu roh Boby. Tiba-tiba
angin berhembus kencang, dan datang sosok pria besar berpakaian putih-putih
menghampiri kami berdua.
Ternyata mereka menjemput
kami. “mama, papa, kakak, dan semuanya.. gue sayang banget sama kalian,
seandainya gue bisa mencuri waktu, gue nggak mau pergi secepat ini” gue teriak
tapi tak ada satupun yang mendengar kecuali roh Boby dan si pria-pria itu.
“Sov, dari dulu gue temen lo, sahabat lo, gue ingin hanya sama lo. Disini gue
nemenin lo, gue nggak mau lo sendiri, gue akan temenin lo sampai nanti saatnya
lo bertemu sama keluarga lo di sini bersama kita.”
“Soviiiiiiiiiiie................ :’( Booobyyy................ :’( “ tangisan
keluarga kami semakin menyesakkan kami, tapi tak dapat di pungkiri lagi, inilah
takdir, ketentuan yang diatas. Gue yakin suatu saat nanti, mereka (keluarga
kami) akan menemukan arti tersendiri dari coba’an ini.
Dan sekarang gue dan Boby
melangkah ke tempat gelap yang tak satupun orang dapat melihat, ALAM BAKA.
~Eendiiiiiingg-
Arumm-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar