Minggu, 25 September 2011

Kelabu Dibalik Senyumanku,

Ku hembuskan sedikit nafas yang tertahan semenit yg lalu,
Menguras semua keabadian yg tiba” muncul dalam jiwaku,
Kulegakan indah terpendam dalam”

Kenapa tak ada satupun yg bisa memahaminya??
Aku melukiskan semua kenangan yg tak pernah dia berikan
Hingga membuatku semakin ingin menciptakan sendiri kenangan itu,
Terpuruk ku disini, menghilang sejenak tanpa arti,
Pandangan kosong mempengaruhi hidupku,
Terbayang kelabu sosog hitam berdiri didepanku,
Memandangku tanpa arti yg jelas,
Terpaksa ku menolehnya,,
Tapi, dia menghilang, dia tiada,,

Kenapa? Kenapa harus menghilang?
Adakah tempat bersandarku dalam dirinya? Mungkinkah sudah tertutup?
Ku harukan semua galauanku,
Hingga setetes demi setetes air mataku jatuh,

Kini sadarku bertambah parah, semakin bersalah aku memendamnya,,
Tapi, jika aku menjauhinya, maka semakin aku ingin menelusuri jalan hidupnya,,
Memang aku tak seharusnya berbuat semena itu,
Tapi apa dayaku?
Semua tlah dia bangkitkan setelah kegagalan itu menghantuiku 1 tahun silam,,
Menerobos aliran syair “sampai menutup mata” mengendap di hatiku,
Apa memang ini harus terjadi?
Mungkin aku harus berusaha untuk berlari, tp aku tak kuasa untuk lakukan ini,
Aku hanya bisa diam merasakannya,
Aku hanya bisa bergerak menoleh kearahnya tanpa sedikitpun mengetahui dan bertannya padanya,,
Aku membisu, melontarkan semua anganku hanya dalam bisikan belaka,
Aku tahu, semua memang sakit,
Tapi aku bisa,
Aku mampu menghidupi hatiku untuk tetap bertahan ,
Aku jatuh, saat dia tersakiti
Aku lemah, saat dia ucapkan kata terindah buatku,
Aku sakit, saat dia tak berpihak padaku,
Dan aku bertahan saat dia tersenyum simpul dalam harinya,

Dengan sekilas semua terjadi begitu saja,
Tanpa sadarku dia telah mendekat, semakin mendekat kedalam,
Yaa,,, ku dekati dia,
Tapi.. yg kuinginkan tak terbalas, aku yakini itu,,
Aku bukan lebih istimewa, tapi aku lebih biasa dimatanya,,
Aku tau, aku sadar, aku terbangun, aku hanya BIASA dimatanya,
Huft,,
Melemah nafasku menahan semuanya,
tak tertahan aku melukiskan kesedihanku didepan matanya,
tapi aku mau gimana? Memang semua ini yg aku rasakan,
tertoreh sedikitpun di depannya,
rasanya tak ingin lagi berjumpa,
karna aku takut dia menghilang, aku takut dia pergi,
aku bodoh, seharusnya sadarku menerpaku,
tapi ini?? Tangisan sesal yg aku tumpahkan,
apa sebenarnya yg aku rasakan?
Kenapa aku ini?
Sadarrrr,,, :’
Ku merintih sakit didalam hati,
Memang tak ada satupun yg mengerti,
Aku bertahan sendiri,
sendiri terdiam aku melemah disamping hembusan angin,
terbawa emosiku mengambang seperti rasa itu hilang,
tapi sakit,, tak bisa aku menerima kenyataan ini,
aku berdosa,
aku salah merasakan ini,
aku takut,
aku...
aku kenapa???
Ku coba membangunkan tubuhku, tp tetap diam,
Tak bisa ku mengerti arti semuanya,
Mungkin sudah tatananNya,
Mengkodratkan aku untuk merasakan apa yg tak bisa terbalaskan,
Mungkin hanya kesadaran dia yg aku inginkan sekarang,
Dengan air mata yg tertutup senyuman,
Dengan mengetahui keadaan dia,
Dengan menerima semua perlakuan dia,
Dengan semua itulah caraku menyayanginya.. :’ :’




Arumm-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar