Terpapar diriku terlentang diatas gundukan kapuk,
Menyongsong diam tak terbayan apapun,
Suara malam dan dingin menyimpang siur di seluruh tubuhku,
Tersadar aku dibutakan olehnya,
Dalm lamunanku aku tergentak,
Terdengar sebuah suara yang menghentikan sadarku,
Siapa dia?
Sadarkah dia bahwa dia telah menciptakan sebuah emosi yang begitu memuncak?
Marasakan ini, seakan ubun”ku mau pecah,
Tak terkendali oleh kata”nya,
Mungkin tak dia sadari,
Bahwa setiap perkataannya akan berakhir duri bagiku,
Yaa,, duri yang sgt tajam,
Dan dalam lamunanku aku terhentak kesekian kali,
Apa aku pantas melakukan ini?
Tekadku sudah bulat,
Semakin dia bicara, semakin dalam duri yg dia tancapkan,
Aku berharap dia tak akan pernah menancapkan duri itu lagi ke siapa pun,
Karna cukup aku yg merasakan,
Pahit, sakit,mendalam tergeletak tanpa sadar merasakan ini semua,
Mungkin akan berhenti sampai benar-benar nafasku terputus di alam yang
sunyi..
Arumm-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar