Sabtu, 15 Juni 2013

Mengagumi Diam-diam

Aku menatap layar ponselku, tak ada pesan. Hari ini ulang tahunku, tapi tak ada ucapan dari dia sejak tadi pagi. Sekarang sudah menunjukkan pukul 22:35 dan masih belum ada pesan untukku dari dia. Pikiran mulai melayang entah kemana,yang pasti takut dan kekhawatiran pun mulai muncul.

Aku bukan sekali dua kali seperti ini, apalagi sejak ku tanyakan tentang perasaannya untukku yang terjadi pada hari berikutnya. Walaupun aku tahu aku sudah memiliki wanitaku disana, tapi perasaan untuknya masih tetap ada, sejak dulu.
Terkadang aku benar-benar takut kehilangan dia. Dia yang tidak menjadi milikku. Sempat aku berpikir,pria macam aku yang tega menelantarkan perasaan dia sejak dulu? Enam tahun sudah aku memendam. “kriiing..” bunyi panggilan masuk diponselku, panggilan dari wanitaku.
“halo..” Sena membuka percakapan.
“iya sayang,ada apa?” jawabku lemas tak bersemangat. “
“kamu kok belum tidur? Ada apa sayang? Kamu sakit?”
“enggak kok. Ini juga mau tidur”
“yasudah, tidur sana sudah malam, selamat malam sayang.”
“selamat malam juga sayang”
“muah” ucapnya menciumku.
“tiit” kumatikan ponselku, sebelumnya kupandangi dengan seksama. Masih tak ada pesan dari Yesko,wanita yang kutunggu pesannya. Iya,namanya yesko, aku kenal dia sejak SMP. Dan dari dulu aku menyukainya, tapi entah kenapa sampai aku lulus SMA tak ada kesempatan untuk mewujudkan mimpi itu. Mimpi ku dan dia. Kutunggulah,karena biasanya akupun tidur larut jadi tak masalah buatku menunggu. Tak kuat sebenarnya, dan akhirnya akupun terlelap.
_______
“Reno.. sarapan dulu sayang. Mama masakin makanan kesukaan kamu nih,nasi goreng jamur. Ayo turun.” Suara mama memaksaku untuk bangun karena memang itu makanan yang paling enak sepanjang masa. Apalagi perut lagi lapar.
“wau, enak nih ma!” serangku menyantap nasi goreng bikinan mama. 3 menit makanan telah bersih dipiringnya,karena memang aku makannya cepet. Seusai makan dan mandi aku kembali keatas. Kulihat ponselku kembali dan hasilnya nol. Masih tak ada pesan dari dia.
Tapi tiba-tiba aku teringat dengan blog. Iya,dia punya blog yang aku selalu baca. Aku suka tulisannya, selain kata-katanya yang indah, kalimatnya pun sastra banget. Manis untuk dibaca. Wajar sih tulisan wanita. Tapi tak jauh beda dengan orangnya yang cantik, imut. Apalgi kalu lihat senyumnya. Seperti semua yang ada disekeliling tak bisa mengalahkan indahnya senyumannya. Ah jadi kangen sama dia.
“Lagi apa yah dia sekarang? Sebenarnya dia ingat ga sih sama ulang tahunku?” gumamku sedikit kesal.  Akhirnya aku buka blognya untuk mengetahui keadaan dirinya saat ini. Aku kaget, di postingannya terlihat cerita itu isinya gembira. Iya,dia lagi berada dalam kebahagiaan saat ini, dan mungkin bukan karena aku. Mungkin dia sudah melepaskan perasaannya terhadapku.
Tapi aku tak bisa terima, aku ingin dia tetap menginginkanku, dia tetap mencintaiku seperti dulu. Aku belum bisa melepaskan perasaannku, suatu saat pasti Tuhan memberikan jawaban atas ini semua. Kututup laptopku, kumatikan ponselku. Sejenak merenung untuk sekedar ingin memikirkan dan sedikit merelakan keadaan ini. Aku akan mencari jawabannya. Segera.

Arumm-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar