Aku masih menangisi hal itu
sampai sekarang. Aku tahu, seharusnya aku tak menangis. Seharusnya aku tak
mengumbar butiran suci ini untuk mengalir. Semua masih dalam bayang-bayang
semu. Yah.. aku ketakutan.
Jujur, aku lemah dalam
keadaan yang seperti ini. Saat semua indah, ada kegelapan yang tiba-tiba
datang. Itu buruk. Itu mimpi buruk. Aku tak pantas menangis, tapi aku masih
ingin menangis.
Dulu tawa kita menghiasi,
candaan manis terngiang disetiap celah telinga kita. Aku takut aku tak bisa
mendengarnya lagi. Aku harap selalu ada sisa waktu untukku agar bisa menata
kembali semuanya.
Kejadian itu, Tuhan.. aku
sedih mengingatnya. Seakan diriku tak sanggup menerima kenyataan ini. Kau tahu
perasaanku yang setiap kali menari dengan namanya, aku berbeda sekarang.
Hari-hariku penuh dengan tangisan. Aku bingung, aku takut. Seandainya ada
tempat yang sepi didunia ini pasti aku orang pertama yang menyinggahinya dan
tak memperbolehkan satu orang pun yang masuk.
Tuhan, inginkah Kau
memelukku? Setiap kata yang kutuju, mungkin tak separah keadaanku saat ini.
Mata yang kehilangan cahaya, buram, bengkak. Hari yang penuh dengan ketakutan,
hari yang penuh dengan butiran suci dari pelupuk mata. Bawa aku dalam peluk-Mu
Tuhan. Aku ingin.. sekarang. Peluk aku, hapus air mataku, kembalikan
hari-hariku lagi, kebahagiaanku, kebersamaanku - Seperti dulu.
Arumm-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar