Senin, 24 Juni 2013

Setelah Kejadian Itu

Aku masih menangisi hal itu sampai sekarang. Aku tahu, seharusnya aku tak menangis. Seharusnya aku tak mengumbar butiran suci ini untuk mengalir. Semua masih dalam bayang-bayang semu. Yah.. aku ketakutan.

Jujur, aku lemah dalam keadaan yang seperti ini. Saat semua indah, ada kegelapan yang tiba-tiba datang. Itu buruk. Itu mimpi buruk. Aku tak pantas menangis, tapi aku masih ingin menangis.
Dulu tawa kita menghiasi, candaan manis terngiang disetiap celah telinga kita. Aku takut aku tak bisa mendengarnya lagi. Aku harap selalu ada sisa waktu untukku agar bisa menata kembali semuanya.
Kejadian itu, Tuhan.. aku sedih mengingatnya. Seakan diriku tak sanggup menerima kenyataan ini. Kau tahu perasaanku yang setiap kali menari dengan namanya, aku berbeda sekarang. Hari-hariku penuh dengan tangisan. Aku bingung, aku takut. Seandainya ada tempat yang sepi didunia ini pasti aku orang pertama yang menyinggahinya dan tak memperbolehkan satu orang pun yang masuk.
Tuhan, inginkah Kau memelukku? Setiap kata yang kutuju, mungkin tak separah keadaanku saat ini. Mata yang kehilangan cahaya, buram, bengkak. Hari yang penuh dengan ketakutan, hari yang penuh dengan butiran suci dari pelupuk mata. Bawa aku dalam peluk-Mu Tuhan. Aku ingin.. sekarang. Peluk aku, hapus air mataku, kembalikan hari-hariku lagi, kebahagiaanku, kebersamaanku - Seperti dulu.


Arumm-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar