Sudah lama aku menyikapi
diriku yang seperti ini. Rasanya nggak aneh sih, diselah kegiatanku kamu selalu
muncul mencoba untuk memeluk kesibukanku. Kamu begitu antusias berlari-larian
dipikiranku, hey kamu nggak capek?
Ayolah, sebenarnya aku juga
nggak keberatan kamu terus melakukan tarian disana, aku cinta kok. Hanya saja
istirahatlah sedikit. Coba untuk temui aku ditempat yang lebih indah dari
ini,walaupun tak bertatap dan mata saling memeluk, tak masalah buatku. Aku selalu
termenung sendiri, memeluk dingin yang kian mencoba untuk bersahabat denganku.
Seringkali aku melihat bentuk wajahmu disana dengan mata sipit, bibir mungil
dan rambut gelombang yang menggemaskan dengan sedikit acak-acakan yang selalu
menggelitik pikiranku.
Aku punya tebakan buat
kamu, ingat saat kita main tebak suit dan yang kalah harus digelitiki?
Haha,kamu curang. Kamu selalu buat alasan yang aneh dan ga nyambung saat kamu
kehilangan ide untuk menjawab. Ketawamu lepas saat itu, dan lihat. Matamu begitu
sangat sipit sehingga seperti orang yang terlelap. Apa kamu tidur?
Aku ingat saat aku sering
melantunkan kata yang bikin kamu gemes, “kamu itu kalau ngapa-ngapain itu
jangan merem mulu. Melek sedikitlah.” Ingat
begitu gemesnya kamu dengar aku berbicara itu dan itu lagi. Berbicara tentang
kamu, aku suka. Tanganmu, aku suka saat kau memberi hangat pelukmu dan
meyakinkan aku bahwa semuanya akan baik-baik saja. Semua serasa hangat saat
matamu mencumbu mataku. Entah apa yang membuat begitu hangat terlebih saat
bibirmu melantukan kata terindah yang menerobos manis ke gendang telingaku.
Ah, aku merindukanmu. Lagi.
Seandainya ada waktu luang untuk bertemu,tubuh dinginku akan selalu siap untuk
menerima hangat lengan dan dekapanmu. Akan kuucap bahwa aku sangat sangat
merindukanmu. Sini, kemarilah. Bermainlah dengan senyuman kita.
Kemanapun,kapanpun,dimanapun dan bagaimanapun keadaanya, aku disini untukmu.
Aku akan tetap menunggu seperti yang kau inginkan saat tiba waktunya mimpi kita
terwujud. Memeluk indah bersama dunia didepan mata kita. Hey,impian kita sedang
kau perjuangkan kan? Aku yakin itu tekadmu pak dokter :p
Aku menunggumu,datang
secepatnya yah. Ingat, ”kau menyuruhku menunggu”. Aku bersedia
kok, walaupun aku masih bergelut rindu, aku tetap akan melukis indah wajah dan
senyummu diselah aktivitasku. Mengajak berlari impian kita untuk ketempat yang
lebih terang. Pulanglah, aku menunggumu. Tersenyum manjalah kepadaku dengan
seringan matamu yang menjadi kebiasaanmu saat bertemu aku, sambut aku dengan
kabar bahagia, peluk dan jangan lepaskan. Aku merindukanmu. Bisikkan aku
sesuatu, yah seperti biasa saat kau baru datang karna telah pergi lama.
Kata-kata indahmu “aku merindukanmu, sayang” kecup
keningku, bukankah itu yang ingin kau pertahankan? Lebih dari itu? Tenanglah,
Tuhan mendengar do’a kita sayang.
Berjuanglah untuk mimpi dan
cita-citamu. Aku disampingmu, berjuang juga bersamamu. Kita berjuang
bersama,kamu siap? Pasti lebih siap.
Entah yang keberapa kali
aku menuliskan surat untukmu. Terlebih saat kau baca, tapi jika kau membacanya
semoga kau tersenyum legah atas apa yang telah dilantunkan oleh jemariku. Aku
yakin kau lebih antusias memperjuangkan semuanya. Eits tunggu, “aku merindukanmu, lagi dan lagi” semoga nyenyak dalam
tidurmu,kutunggu kau dimimpi indahku,mimpi indah kita. Tiga kata kesukaanmu,
ini buat kamu “Aku Mencintaimu Jagoan.”
Arumm-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar