Minggu, 30 Juni 2013

Aku Merindukanmu, Lagi!

Sudah lama aku menyikapi diriku yang seperti ini. Rasanya nggak aneh sih, diselah kegiatanku kamu selalu muncul mencoba untuk memeluk kesibukanku. Kamu begitu antusias berlari-larian dipikiranku, hey kamu nggak capek?

Ayolah, sebenarnya aku juga nggak keberatan kamu terus melakukan tarian disana, aku cinta kok. Hanya saja istirahatlah sedikit. Coba untuk temui aku ditempat yang lebih indah dari ini,walaupun tak bertatap dan mata saling memeluk, tak masalah buatku. Aku selalu termenung sendiri, memeluk dingin yang kian mencoba untuk bersahabat denganku. Seringkali aku melihat bentuk wajahmu disana dengan mata sipit, bibir mungil dan rambut gelombang yang menggemaskan dengan sedikit acak-acakan yang selalu menggelitik pikiranku.
Aku punya tebakan buat kamu, ingat saat kita main tebak suit dan yang kalah harus digelitiki? Haha,kamu curang. Kamu selalu buat alasan yang aneh dan ga nyambung saat kamu kehilangan ide untuk menjawab. Ketawamu lepas saat itu, dan lihat. Matamu begitu sangat sipit sehingga seperti orang yang terlelap. Apa kamu tidur?
Aku ingat saat aku sering melantunkan kata yang bikin kamu gemes, “kamu itu kalau ngapa-ngapain itu jangan merem mulu. Melek sedikitlah.” Ingat begitu gemesnya kamu dengar aku berbicara itu dan itu lagi. Berbicara tentang kamu, aku suka. Tanganmu, aku suka saat kau memberi hangat pelukmu dan meyakinkan aku bahwa semuanya akan baik-baik saja. Semua serasa hangat saat matamu mencumbu mataku. Entah apa yang membuat begitu hangat terlebih saat bibirmu melantukan kata terindah yang menerobos manis ke gendang telingaku.
Ah, aku merindukanmu. Lagi. Seandainya ada waktu luang untuk bertemu,tubuh dinginku akan selalu siap untuk menerima hangat lengan dan dekapanmu. Akan kuucap bahwa aku sangat sangat merindukanmu. Sini, kemarilah. Bermainlah dengan senyuman kita. Kemanapun,kapanpun,dimanapun dan bagaimanapun keadaanya, aku disini untukmu. Aku akan tetap menunggu seperti yang kau inginkan saat tiba waktunya mimpi kita terwujud. Memeluk indah bersama dunia didepan mata kita. Hey,impian kita sedang kau perjuangkan kan? Aku yakin itu tekadmu pak dokter :p
Aku menunggumu,datang secepatnya yah. Ingat, ”kau menyuruhku menunggu”. Aku bersedia kok, walaupun aku masih bergelut rindu, aku tetap akan melukis indah wajah dan senyummu diselah aktivitasku. Mengajak berlari impian kita untuk ketempat yang lebih terang. Pulanglah, aku menunggumu. Tersenyum manjalah kepadaku dengan seringan matamu yang menjadi kebiasaanmu saat bertemu aku, sambut aku dengan kabar bahagia, peluk dan jangan lepaskan. Aku merindukanmu. Bisikkan aku sesuatu, yah seperti biasa saat kau baru datang karna telah pergi lama. Kata-kata indahmu “aku merindukanmu, sayang” kecup keningku, bukankah itu yang ingin kau pertahankan? Lebih dari itu? Tenanglah, Tuhan mendengar do’a kita sayang.
Berjuanglah untuk mimpi dan cita-citamu. Aku disampingmu, berjuang juga bersamamu. Kita berjuang bersama,kamu siap? Pasti lebih siap.
Entah yang keberapa kali aku menuliskan surat untukmu. Terlebih saat kau baca, tapi jika kau membacanya semoga kau tersenyum legah atas apa yang telah dilantunkan oleh jemariku. Aku yakin kau lebih antusias memperjuangkan semuanya. Eits tunggu, “aku merindukanmu, lagi dan lagi” semoga nyenyak dalam tidurmu,kutunggu kau dimimpi indahku,mimpi indah kita. Tiga kata kesukaanmu, ini buat kamu “Aku Mencintaimu Jagoan.



Arumm-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar