Pasti pernah denger kan
dengan kata-kata “orang ketiga?” dalam suatu hubungan? kata-kata ini
emang sudah ga asing lagi ditelinga kita. Orang ketiga pengganggu lah, orang
ketiga perusak lah, orang ketiga setan lah. Nah! Entah kenapa aku mulai
tertarik untuk menelaah lebih dalam kata-kata tersebut.
Menurutku sih,orang ketiga
bukan pengganggu, perusak apalagi setan. Kenapa bisa gitu? Sekarang semuanya
kembali sama diri kita masing-masing. Saat orang ketiga hadir dalam hubungan
seseorang, seseorang itu punya pilihan. Kau bukakan pintu masuk untuk ‘orang
ketiga’ itu atau kau hanya biarkan dia lewat, itu terserah pribadi
masing-masing.
Saat kau sudah memunculkan
dan menciptakan komitmen bersama pasangan, ini harus dan wajib dijaga. Bukankah
dengan komitmen semua akan berjalan lancar? Pemerintah saja menaikkan BBM,
mengatur pembangunan, semua butuh komitmen yang pasti. Jika komitmen hanya
untuk pemanis, lihat sekarang! Orang besar banyak yang seenaknya memakai uang
negara dan menyengsarakan rakyat. Katanya dewasa? Buktinya? TIDAK BERTANGGUNG JAWAB! Sebenarnya hal kecil saja
bisa menunjukkan seseorang itu tidak dewasa walaupun sudah tua. Contohnya, tuh
diatas sudah disebutin.
Menjadi dewasa ga segampang
itu, terutama hal kecil yang harus diperhatikan lebih dalam. Tanggung jawab.
Kita kembali ke ‘orang ketiga.’ Yah, saat kau sudah memiliki komitmen
bersama, seharusnya orang ketiga tak jadi masalah, bukan? Orang
ketiga itu seperti pisau, kau ingin menggunakannya untuk membuka tutup
botol atau membunuh seseorang? Kau tinggal pilih.
Saat kau memilih membukakan
pintu dan membiarkan orang ketiga masuk, komitmenmu hancur. Dan kau anak kecil,
seperti perkataan diatas. Tidak bertanggung jawab. Hanya pemanis? Yah. Lantas
kenapa tak menggunakan gula saja untuk pemanis? Komitmen harganya lebih
mahal, kawan. Tapi saat kau hanya membiarkan orang ketiga lewat, kau
berhasil. Kau lah dewasa yang sebenarnya. Bukan hanya kaum pria, tapi wanitapun
harus menjaga komitmen yang telah diciptakannya.
Ngomong-ngomong soal orang
ketiga, terkadang berat untuk melepaskannya? Kenapa berat? sekarang kita
pikir sama-sama. Selama ini siapa yang memberikan kamu bahagia? Menjagamu?
Mengusap air matamu saat bersedih? Mengerti kamu? Menerima kamu apa adanya?
Mengingatkan makan? Pasanganmu kan? Apa orang ketiga yang
melakukannya? Nah! Kenapa masih berat membiarkan orang ketiga pergi?
Yah,aku tahu.
Seharusnya kita sadar,dia
(orang ketiga) hanya datang sementara, dan dia hanya orang yang
sempat kita kagumi. Tapi itu sementara, ingat baik-baik. “sempat kita kagumi.”
Orang ketiga menurutku adalah penolong,angel bukan setan. Orang ketiga membuat
kita bisa lebih menghargai pasangan dan komitmen yang kita punya. Selama itu
pasanganmu berada disampingmu,kau mengejarnya, medapatkan hatinya dengan susah
payah, kau membuat komitmen dengannya dan menjaganya.
Apa kau lebih ingin disebut
cowok/cewek yang tidak bertanggung jawab? Eiits,wait. Cowok/cewek dengan
pria/wanita it’s different! yah.. cowok/cewek adalah mereka
yang berani mengumbar perkataan/komitmen tapi tidak berani melakukannya. But pria/wanita,
mereka lebih seksih. Lebih bijaksana dan dewasa, seorang pria/wanita berani
mengumbar perkataan dan merekapun berani melakukannya. Tanggung jawab! Yah!
Nah,sekarang kalian sudah tahu kan bagaimana cara melakukan hal yang pantas
untuk ‘orang ketiga?’ kau bukakan pintu dan kau persilahkan masuk? Atau
kau hanya membiarkan dia lewat? Semua tergantung kalian. Orang dewasa punya pemikiran yang lebih
mulia :)).
Arumm-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar