Rabu, 03 Juli 2013

Orang Ketiga, Setan???

Pasti pernah denger kan dengan kata-kata “orang ketiga?” dalam suatu hubungan? kata-kata ini emang sudah ga asing lagi ditelinga kita. Orang ketiga pengganggu lah, orang ketiga perusak lah, orang ketiga setan lah. Nah! Entah kenapa aku mulai tertarik untuk menelaah lebih dalam kata-kata tersebut.

Menurutku sih,orang ketiga bukan pengganggu, perusak apalagi setan. Kenapa bisa gitu? Sekarang semuanya kembali sama diri kita masing-masing. Saat orang ketiga hadir dalam hubungan seseorang, seseorang itu punya pilihan. Kau bukakan pintu masuk untuk ‘orang ketiga’ itu atau kau hanya biarkan dia lewat, itu terserah pribadi masing-masing.
Saat kau sudah memunculkan dan menciptakan komitmen bersama pasangan, ini harus dan wajib dijaga. Bukankah dengan komitmen semua akan berjalan lancar? Pemerintah saja menaikkan BBM, mengatur pembangunan, semua butuh komitmen yang pasti. Jika komitmen hanya untuk pemanis, lihat sekarang! Orang besar banyak yang seenaknya memakai uang negara dan menyengsarakan rakyat. Katanya dewasa? Buktinya? TIDAK BERTANGGUNG JAWAB! Sebenarnya hal kecil saja bisa menunjukkan seseorang itu tidak dewasa walaupun sudah tua. Contohnya, tuh diatas sudah disebutin.
Menjadi dewasa ga segampang itu, terutama hal kecil yang harus diperhatikan lebih dalam. Tanggung jawab. Kita kembali ke ‘orang ketiga.’ Yah, saat kau sudah memiliki komitmen bersama, seharusnya orang ketiga tak jadi masalah, bukan? Orang ketiga itu seperti pisau, kau ingin menggunakannya untuk membuka tutup botol atau membunuh seseorang? Kau tinggal pilih.
Saat kau memilih membukakan pintu dan membiarkan orang ketiga masuk, komitmenmu hancur. Dan kau anak kecil, seperti perkataan diatas. Tidak bertanggung jawab. Hanya pemanis? Yah. Lantas kenapa tak menggunakan gula saja untuk pemanis? Komitmen harganya lebih mahal, kawan. Tapi saat kau hanya membiarkan orang ketiga lewat, kau berhasil. Kau lah dewasa yang sebenarnya. Bukan hanya kaum pria, tapi wanitapun harus menjaga komitmen yang telah diciptakannya.
Ngomong-ngomong soal orang ketiga, terkadang berat untuk melepaskannya? Kenapa berat? sekarang kita pikir sama-sama. Selama ini siapa yang memberikan kamu bahagia? Menjagamu? Mengusap air matamu saat bersedih? Mengerti kamu? Menerima kamu apa adanya? Mengingatkan makan? Pasanganmu kan? Apa orang ketiga yang melakukannya? Nah! Kenapa masih berat membiarkan orang ketiga pergi? Yah,aku tahu.
Seharusnya kita sadar,dia (orang ketiga) hanya datang sementara, dan dia hanya orang yang sempat kita kagumi. Tapi itu sementara, ingat baik-baik. “sempat kita kagumi.” Orang ketiga menurutku adalah penolong,angel bukan setan. Orang ketiga membuat kita bisa lebih menghargai pasangan dan komitmen yang kita punya. Selama itu pasanganmu berada disampingmu,kau mengejarnya, medapatkan hatinya dengan susah payah, kau membuat komitmen dengannya dan menjaganya.
Apa kau lebih ingin disebut cowok/cewek yang tidak bertanggung jawab? Eiits,wait. Cowok/cewek dengan pria/wanita it’s different! yah.. cowok/cewek adalah mereka yang berani mengumbar perkataan/komitmen tapi tidak berani melakukannya. But pria/wanita, mereka lebih seksih. Lebih bijaksana dan dewasa, seorang pria/wanita berani mengumbar perkataan dan merekapun berani melakukannya. Tanggung jawab! Yah! Nah,sekarang kalian sudah tahu kan bagaimana cara melakukan hal yang pantas untuk ‘orang ketiga?’ kau bukakan pintu dan kau persilahkan masuk? Atau kau hanya membiarkan dia lewat? Semua tergantung kalian. Orang dewasa punya pemikiran yang lebih mulia :)).


Arumm-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar