Assalamualaikum Wr.Wb. bagaimana kabar kamu ? "alhamdulillah
baik", itu adalah jawaban yang membuat aku lega. Hari ini adalah pertama
kalinya aku mencurahkan isi hatiku disini di tempat ini. Sebelumnya aku minta
maaf, aku tak pandai merangkai kata-kata yang indah dan manis sepertimu. Aku
hanya ingin meluapkan gejolak rasa yang terseok-seok dalam hatiku.ciiee, sok
puitis nih, jadi malu aku, hhehehe ..
Baru tadi aku mengirim pesan buat kamu dan menanyakan sesuatu,
tapi aku tahu itu adalah jawaban terbaik yang kamu punya dan aku mengerti itu.
Hei cewek, saat ini perasaanku campur-campur, seneng, sedih, cuek, heran,
penasaran, gelisah, kecewa, ikhlas, dan banyak lagi deh. Aku nggak tau apa
maksud dari perasaanku sekarang terhadapmu. Hanya saja aku ingin memperjelas
semua ini. Aku rindu akan kebersamaan kita, canda tawa kita, mungkin itu yang
sering kita alami di 6 tahun ini. Tapi itu tidak mudah, banyak jalan yang tidak
rata atau jalan rusak.
Aku ingin kita mengingat kejadian-kejadian di masa lalu, awal kita
bertemu dan saling mengenal. yaa kelas 7 SMP adalah awal mula kita mulai
bertatap muka dan aku mulai melihat sesuatu yang sangat indah di wajahmu, itu
adalah matamu. "Arti hadirmu dalam hidupku, kau bawa mimpi indah temani
tidurku yang tak pernah kurasakan sebelumnya, disaat kau masih dalam
khayalku". Disaat itu aku yakin, cinta telah terlahir diantara kita. Kata
sayang untukmu dan untukku. Namun aku tidak percaya, waktu bersama denganmu
sesingkat itu dan itu memang kesalahanku, aku sadari itu. Betapa bodohnya aku
saat itu, dengan mudahnya mendapatkan bisikan dari orang lain yang tidak suka
kepadamu dan dia mengatakan kepadaku "tinggalkan dia.." hmm .. jika
saja pada saat itu aku tidak mendengarkannya, mungkin kita akan bersama sampai
sekarang ini. Tapi aku tidak menyesal, karena aku sadar di usia seperti itu
kita sangat labil dan polos. Tapi aku sedih dan sangat sedih. Setelah bersamamu
aku bersama dia. Iyaa benar anak itu, aku cukup lama bersamanya. Tapi
kebahagiaan yang aku dapat tidak seperti kebahagiaan bersamamu, itu intinya dan
rasa ini masih tetap ada untukmu. Singkat saja untuk cerita ini. Dan aku
memutuskan untuk melepasnya ketika akan masuk SMA.
Tiga tahun di SMP sangat berat untuk kita lalui, tawa dan tangis
adalah gambaran yang tepat selama ini menurutku. Tapi tetap rasa itu selalu
terasa ada di dalam sini. Rasa yang sangat indah dirasakan. Mungkin dengan kita
berada di SMA, aku berfikir kita akan mudah untuk selalu bersama. Jawabannya
tidak. Di permulaan masuk sekolah, aku cukup kaget ketika kamu satu kelas
bersama anak itu. Tapi aku cuek aja, karena aku sudah tidak ada hubungan lagi
sama dia. Tapi aku sadar, masih ada hubungan denganmu. Rasa ini mendorong dan
terus mendorong untuk melaju kepadamu. Tapii....
Tanpa kutahu kamu sudah dipunyai seseorang. Aku selalu bertanya
tentang kamu kepada temanku yang berada disitu, dan aku tahu itu dari temanku
juga. Yaaa, sedih deh .. Akhirnya aku pun memutuskan untuk berlalu darimu dan
mengisi kekosongan hatiku. Tapi, kenapa rasa ini tetap ada dan selalu ada ? Aku
heran, aku juga merasa kamu merasakan hal yang sama sepertiku. Aku yakin kau
juga mempunyai rasa itu terhadapku. Meskipun kita sudah dipunyai dan mempunyai.
Kamu benar, mengapa kita tidak diberi waktu lebih atau waktu yang lama untuk
bersatu ? Ya Tuhan.. mungkin ini pertanyaan dari kita.
Sampai saat ini, belum ada jawaban yang pasti dariNya. Aku
benar-benar memohon maaf kepada kamu, hampir 6 tahun rasa ini selalu ada dan
kamu tau akan hal ini. Secara kasar, namanya adalah gantung. Apakah aku
menggantungmu ? aku sendiri tak tahu jawabannya. Kamu adalah orang yang
sangat baik, khususnya terhadapku. Tapi entah kenapa disaat itu aku lupa akan
hari jadimu, aku benar-benar lupa dan aku minta maaf. Malam itu aku senang
bertemu kamu, melepas kerinduan yang ada. Aku tahu kamu sedikit kecewa saat
itu, tapi kamu adalah orang baik dan kamu memaafkan aku.Tapi setelah kamu pergi
untuk pulang, kenapa aku berfikir serius tentang kita. Tentang masa depan kita
yang masih belum jelas. Tentang perasaan kita juga. Ya Allah, aku sadar aku
telah dimiliki dan memiliki. Itu yang terlintas lambat dipikiranku. Tapi
bagaimana dengan dia Ya Allah ? Aku tak mau melepasnya begitu saja. Sudah 6
tahun ini Ya Allah.. Kumohon berilah petunjukMu..
Akhirnya aku berfikir, aku akan jadi orang jahat jika meneruskan
ini, membiarkanmu tanpa kepastian, dan menyuruhmu untuk menunggu. Orang macam
apa aku ini. Selanjutnya, aku memberanikan diri untuk mengirim pesan untukmu
dan berbicara mengenai hal ini "semoga ini yang terbaik buat kamu".
Itu adalah kata-kata yang terlintas sebelum mengetik pesan untukmu.
Bla.bla.bla.bla.bla.bla...... kamu menangis dan aku tak tega
merasakanya, Aku benar-benar minta maaf. Tak kurasa air mata pun jatuh
dibantalku. Dan aku berpesan kepadamu "Ingat, jodoh itu ditangan Tuhan,
kita nggak tau apa yang akan terjadi di masa depan. kita nggak akan pernah tau.
Dan aku mohon kepadamu, tetap buka hatimu untukku dan aku tetap buka hatiku
untukmu dan satu lagi, kamu jangan berubah yaa, aku ingin kita tetap
berkomunikasi dengan baik". Malam yang berat. Aku berharap kamu bisa lebih
bahagia setelah ini. Amin.
Tepat di hari jadiku, kamu memang menepati omonganmu. Tidak ada ucapan
kata-kata darimu untukku. Aku bisa paham dan aku bisa mengerti, aku ikhlas.
haii cewek, senyum dong :) dari tadi serius terus ya suasananya, hehe..
sedikit kata-kata buat kamu :)
"Seribu logikaku untuk tetap menolak, tapi ku tak bisa
bohongi hati kecilku, bila saja diriku masih sendiri, pasti ku kan memilih
untuk bersamamu".
Wassalamualaikum Wr.Wb.
~~~~~~~
Untukku, cewek mungil yang cengeng. Terima kasih Bulan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar